Tingkatkan Kualitas Akademik, FISIP UNPAS Jajal Asia Tenggara

Minggu, 5 Agustus 2018 | 10:55:48 | Penulis : bb1 | 292 Kali dilihat

Dekan FISIP UNPAS M Budiana, S.IP, M.S.i.

BANDUNG – Jelang tahun ajaran baru 2018-2019, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (UNPAS), terus melebarkan sayap untuk meningkatkan kualitas akademik. Sedikitnya 4 program studi (prodi) bergerak cepat menyusun program peningkatkan mutu akademik.

Dari prodi Kesejahteraan Sosial, Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sabah Malaysia (USM) yang digagas tahun sebelumnya, menemui perkembangan positif. Tahun pertama, program pertukaran mahasiswa yang awalnya melibatkan lima mahasiswa kini menjadi tujuh mahasiswa.

“Tahun ajaran yang akan datang akan diberangkatkan. MoU ini memang berkesinambungan. Alhamdulillah dari sisi kuantitas dan kualitas mahasiswa, tahun ini bertambah,” kata Dekan FISIP UNPAS M Budiana, S.IP, M.S.i di Gedung Fisip Unpas, Selasa (31/8/18).

Begitu juga dengan jurusan lainnya, prodi Hubungan Internasional (HI), yang akan dipercaya menjadi penyelenggara awal pusat Studi Asia Timur dalam acara Pertemuan ASEAN Plus Three Senior Official’s Meeting, di Singapura.

Prodi HI FISIP UNPAS, kata Budi, di acara ini menjadi satu-satunya universitas swasta di Indonesia yang dipercaya menjadi penyelenggara. “Ada tiga universitas yang terlibat, dua universitas negeri, satunya lagi HI UNPAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS, menandatangani MoU dengan dua Universitas kenamaan di Thailand. Sasaran pertama prodi Ilmu Komunikasi ini, MoU dengan Rajamangala University Technology Krungthep, yang bakal menjalin kerjasama di bidang “Shared Learning Program”. Di dalamnya, kedua Universitas ini akan saling mempromosikan berdasarkan kepentingan dan kebutuhan masing-masing akademik.

“Untuk tahap awal, MoU ini bersifat temporer, jadi belum ke arah mahasiswa FISIP UNPAS akan long stay dan belajar di Universitas Rajamangala atau sebaliknya, baru tahapan menggelar seminar antar dua universitas ini. Tapi ke depan, akan kita lakukan pertukaran mahasiswa seperti itu,” kata dia.

Menurut M Budiana, dalam MoU ini juga akan serius mengagagas tentang pertukaran mahasiswa sarjana dan pascasarjana, untuk program kursus singkat dan berbagi program pembelajaran, kolaborasi bersama dalam mengorganisir simposium atau konferensi, dan kolaborasi bersama dalam publikasi.

“MoU ini, kita sepakati dulu tiga tahun, tidak menutup kemungkinan akan terjadi pengembangan bahkan perpanjangan MoU, selama itu membuat FISIP UNPAS, khususnya prodi Ilmu Komunikasi lebih baik,” ujarnya.

Tak hanya MoU, dalam kunjungan prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS ke Universitas rangking ke 12 di Thailand ini, juga membuat Memorandum of Aggrement (MoA). MoA ini juga tak lepas dari isu dan peran media yang kini menjadi topik dunia, sebagai alat yang ampuh dalam mengubah peradaban manusia.

Untuk itu, kata M. Budiana, dalam MoA ini juga dianggap sebagai pengembangan keilmuan tentang media sosial, media dan agama, kemajuan keilmuan komunikasi yang meliputi komunikasi politik dan strategi komunikasi, komunikasi gender dan riset media.

Budiana menambahkan, MoU serupa juga dilakukan dengan University of the Thai Chamber of Commerce. Bedanya, antara kesepahaman antara FISIP UNPAS dengan University of the Thai Chamber of Commerce ini lebih menitikberatkan kepada pengembangan keilmuan tentang budaya.

“MoU ini hampir sama, kedua belah pihak menyepakati untuk saling mempromosikan universitas masing-masing dan lain-lain. Hanya saja lebih ke nilai budaya,” jelasnya. FISIP UNPAS, di University of the Thai Chamber of Commerce juga menggelar seminar internasional mini dengan mengusungtema, “The Scope of Comunication Science”.

Ternyata tak hanya prodi Ilmu Komunikasi, jurusan Administrasi Bisnis FISIP UNPAS juga menjadi pembicara di seminar yang bertajuk SMEs (Small and Medium-sized Enterprises), di acara yang digelar di Unversity of Leicester Vietnam.

Di seminar yang akan akan diwakili langsung Ketua Prodi Administrasi Bisnis FISIP UNPAS Ida Hindarsah, S.Sos., MM., M.Si ini, akan mengangkat tema yang berkecimpung di dunia bisnis konveksi di kota Bandung. “Tentang ekonomi kerakyatan ini akan disosialisasikan di Vietnam oleh FISIP UNPAS,” ujar dia.

Budiana menjelaskan, beberapa MoU dan MoA ini juga dibutuhkan bagi para dosen untuk penelitian individu atau penelitian bersama. “Jelas, bagi kami ke dalam Unpas sendiri ini memiliki advantages nilai tambah yang dibutuhkan oleh fakultas atau universitas, terutama untuk keperluan akreditasi BAN PT (Badan Akreditasi Perguruan Tinggi),” pungkas Budi. ***

Berita Terkait