Trauma Healing, Wujud Welas Asih Paguyuban Pasundan Pada Korban Longsor Ciniru

Sabtu, 3 Maret 2018 | 17:04:07 | Penulis : bb1 | 121 Kali dilihat

Terapi trauma healing bagi anak terdampak bencana gerakan tanah dan longsor di Kecamatan Ciniru Kab. Kuningan beberapa waktu lalu. by HMC

BANDUNG – Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Pasundan bersama Paguyuban Pasundan Cabang Kuningan melakukan tindakan Welas Asih membantu ribuan korban terdampak bencana gerakan tanah dan longsor yang melanda Kecamatan Ciniru Kab. Kuningan beberapa waktu lalu.

“Tindakan yang pertama kami lakukan untuk membantu mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang dialami anak-anak korban longsor, melalui terapi trauma healing,” kata aktifis UKM Unpas, Galih Abadi di Bandung, Sabtu (3/3/18).

Menurut Galih, kebutuhan yang cukup mendesak adalah air bersih, sementara bahan pangan sudah tercukupi. Ditambahkan Galih, sumber mata air yang biasa dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan mandi, cuci bahkan memasak, tertutup oleh lumpur akibat bencana longsor.

“Demi mendapatkan kebutuhan air bersih pengungsi harus menunggu tangki air yang dikirim pemerintah dan relawan. Itupun jumlahnya belum memadai,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Paguyuban Pasundan Cabang Kuningan, pengungsi korban bencana gerakan tanah dan longsor Kecamatan Ciniru, tersebar beberapa lokasi. Beberapa diantaranya di aula Kecamatan Ciniru 255 jiwa, gedung PGRI Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru ada 250 jiwa, gedung Veteran Kecamatan Ciniru 156 jiwa, gedung SMPN 1 Ciniru, Balai Desa Cijemit 216 jiwa, Pesantren Desa Cijemit 15 jiwa, Dusun Sukacai Desa Cijemit 51 jiwa dan sisanya sekitar 567 jiwa tersebar di Dusun Wage, Desa Mungkaldatar. []

Berita Terkait