Truk Fuso Diduga Hilang Kendali Tabrak Motor-Mobil, 2 Tewas

Kamis, 15 Maret 2018 | 17:45:20 | Penulis : bb1 | 291 Kali dilihat

Sebuah truk Fuso bernopol E 9042 HB yang diduga mengalami rem blong, menabrak satu motor dan satu mobil, sebelum akhirnya menabrak benteng sebuah ruko dan pagar Kantor Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 16.30 WIB, Kamis (15/3/18).

BANJARAN – Sebuah truk Fuso bernopol E 9042 HB yang diduga hilang kendali (out of control), menabrak satu motor dan satu mobil, sebelum akhirnya menabrak benteng sebuah ruko dan pagar Kantor Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 14.50 WIB, Kamis (15/3/18).

Laka lantas ini merenggut dua korban jiwa yaitu pengendara motor bernopol D 3662 ZAV Andri Rusmendar (35), warga Kampung Gembor RT 02/19 Desa Banjaran Wetan Kec Banjaran Kab Bandung. Satu lagi meninggal dunia seorang nenek bernama Eli (149), warga Kampung/Desa Kamasan RT 02 RW 01 Kec Banjaran Kab. Bandung, yang sedang berjualan buah di atas mobil pick up.

“Kedua korban meninggal di tempat dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih. Sementara pengemudi truk berinisial S (35), warga Kp Marongge Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang kami amankan beserta truknya,” kata Kasat Lantas Polres Bandung AKP Doni E Wicaksono, didampingi Kanit Laka Lantas Polres Bandung Ipda Ridwan Shandi Maulana kepada Balebandung.com, Kamis (15/3/18).

Kerugian materi juga dialami ruko dan Kantor Desa Kamasan karena benteng dan pagarnya ambruk. Lebih lanjut Ipda Ridwan menuturkan, kronologis berawal saat truk melaju dari arah Soreang menuju arah Banjaran. Namun setiba di TKP truk itu motor bernopol D 3662 ZAV.

“Setelah menabrak motor, si pengemudi truk membantingkan kendaraannya ke sebelah kiri, dan menabrak kendaraan mobil pick up bernopol D 8975 AL yangs edang berjualan buah, sebelum akhirnya menabrak benteng ruko dan pagar Desa Kamasan,” tutur Ridwan.

Ia menjelaskan, untuk sementara pihaknya bersama Dishub dan pihak terkait akan menyelidiki penyebab truk itu hilang kendali. “Kami akan memanggil saksi ahli untuk cek kendaraan truknya. Jadi, penyebabnya masih dalam proses lidik dan keterangan masalah teknis harus saksi ahli yang menjawab berdasarkan keilmuannya,” pungkas Ridwan. []

Berita Terkait