Unggul di Survei, Pengamat; Program Hasanah Mampu Gerakkan Warga

Jumat, 25 Mei 2018 | 16:07:47 | Penulis : bb1 | 320 Kali dilihat

Cagub-Cawagub Jabar Kang Hasan-Kang Anton Amanah (Hasanah) saat Debat Pilgub Jabar 2 di UI Depok, Senin (14/5/18). by HMC

BANDUNG – Akademisi dan Pengamat Sosial Lingkungan dari Universitas Pendidikan Indonesia Dr. Harjoko Sangganagara menilai, hasil survey Ilma Research dan Consulting yang menempatkan Pasangan Hasanah Unggul saat debat, relevan dengan apa yang terjadi di lapangan.

Menurut Harjoko, Pasangan Hasanah menyodorkan program yang sangat mudah dicerna publik dan melibatkan warga. Ia mencontohkan tentang program penyelesaian masalah Sungai Citarum di Jawa Barat. Hasanah, menawarkan TURKAMLING yang menekankan pada penegakan hukum dan partisipasi warga.

Harjoko mengungkapkan lingkungan di Jawa Barat, merupakan hal vital yang harus segera diselesaikan oleh para pemimpin Bumi Pasundan kedepan. Terutama terkait masalah dua sungai utama, yakni Citarum dan Ciliwung.

Sebagai daerah yang kaya akan potensi alamnya, masyarakat Jawa Barat sangat tergantung kepada kondisi alam yang baik, seperti kebutuhan energi listrik, maupun industri dan kebutuhan hidup lainnya.

Oleh karenanya, lanjut Harjoko, Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang mampu melibatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut ia temukan pada program Turkamling (Infrastruktur, Keamanan dan Lingkungan) yang diusung oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan) dan Anton Charlyan (Kang Anton).

“Menggerakan masyarakat untuk melindungi alam Jawa Barat dari kerusakan itu satu poin paling penting, dan melalui programnya, Kang Hasan libatkan masyarakat,” terang Harjoko, yang juga Ketua STIA Bagasasi Bandung, Jum’at (25/5/18).

Joko memaparkan, program lingkungan Kang Hasan, dinilai tepat untuk mengatasi permasalahan lingkungan di Jawa Barat. Menurutnya, masyarakat pada dasarnya memiliki kaitan langsung terkait kebersihan aliran sungai. Sehingga melalui pembinaan masyarakat tepat, pemerintah akan mampu mengontrol kebersihan lingkungan untuk jangka panjang.

Selain itu, lanjut Joko, pemanfaatan sampah yang masih bisa didaur ulang menjadi energi terbarukan menjadi langkah cerdas yang dilakukan oleh Kang Hasan, dalam mengurangi polusi sampah, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program Kang Hasan terkait lingkungan saya kira sangat tepat, karena masalah Jabar sebagai daerah yang kaya akan DAS (Daerah Aliran Sungai) dan urusan lingkungan menjadi hal yang vital, dan partisipasi masyarakat sangat ditunggu,” paparnya.

Namun Joko mengingatkan, harus ada sikap tegas dari gubernur yang akan datang, mengenai pelanggran hukum yang mencemari lingkungan. Misalnya saja, pembuangan limbah yang langsung ke sungai, serta perilaku masyarakat yang belum mematuhi aturan dalam membuang sampah sembarangan.

Joko menilai, di tangan dua jenderal, seperti Kang Hasan dan Kang Anton, masalah penegakan hukum bisa teratasi dengan baik. “Saya mendengar, bahwa penegakan hukum dari perusahan industri-industri yang melanggar aturan, akan jadi prioritas dari Pak Hasan dan Pak Anton, dan itu bagus,” ujarnya.

Dalam Debat Pilkada Jabar Ke-2 yang berlangsung Senin (14/5) di UI Depok, pasangan yang dikenal dengan Hasanah itu, siap menyelesaikan permasalahan Sungai Citarum, yang sempat membuat heboh isu lingkungan nasional bahkan internasional, setelah menjadi salah satu sungai terkotor dengan lautan sampah.

Diantaranya memperbaik DAS di berbagai sungai yang ada di Jawa Barat, mulai dari hulu hingga hilir, seperti ketentuan pajak retribusi dan sistem pengelolaan yang jelas, jaminan reklamasi, jaminan ketersediaan pasokan energi untuk masyarakat, hingga pengembangan potensi energi terbarukan.

Selain itu, Hasanah juga akan memperketat izin penambangan, yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, serta mancabut izin bagi penambang yang membandel.

Terkait dengan Survey Ilma, Harjoko menilai saat ini masyarakat Jawa Barat sudah cerdas untuk menentukan pilihannya. “Dan debat itu bisa menjadi salah satu sumber informasi untuk memutuskan pilihan,” pungkasnya. ***

Berita Terkait