Warga Keluhkan Taman Kota Tak Terurus

Senin, 16 April 2018 | 17:09:51 | Penulis : bb1 | 185 Kali dilihat

Taman Kota Soreang tampak tak terurus. by aph/bbcom

SOREANG – Taman Kota Soreang yang terletak di Jalan Gading Tutuka Desa Cingcin Kecamatan Soreang, tampak tidak terurus. Warga mengeluhkan banyaknya tumbuh reruputan liar, ruang ganti pakaian dan toilet, yang berukuran 4 X 4 meter kaca-kacanya banyak yang pecah, bahkan diduga bisa dijadikan ajang mesum oknum warga tak bertanggungjawab.

Selain itu lokasi di luar seperti jogging track, banyak yang sudah rusak. Hal ini membuat warga yang berolahraga, harus meloncat-loncat memilih jalan yang masih mulus karena jogging track sudah banyak yang becek akibat berlubang dan digenangi air.

Sekretaris RW 15 Komplek Soreang Indah H Wawan Hermawan mengatakan kebersihan dan keindahan Taman Kota Soreang harus dijaga bersama. Apalagi aset gedung yang harus dibisa dinikmati bersama warga lainnya, juga harus dipelihara bersama.

“Memang pengelolaan taman kota ini dilimpahkan ke Bumdes Cingcin, namun pihak pengelola juga akan kesulitan jika tidak dipelihara bersama oleh masyarakat. Bumdes Cingcin meminta agar pemeliharaan itu dilakukan secara sabilulungan untuk menciptakan taman kota yang sehat,” jelas Wawan kepada wartawan, Senin (16/4/18).

Sejak kembali mulai digunakan masyarakat beberapa waktu lalu, pemeliharaan taman kota diberikan sepenuhnya kepada Pemerintahan Desa Cingcin. Hal itu dilakukan Bidang Pertamanan dan Pemakanan pada Dinas Perkimtan Kabupaten Bandung, pihak Bumdes diminta agar konsen dalam pengelolaan taman kota itu.

Ketua Bumdes Cingcin Marwan Effendi saat dikonfirmasi beralasan, lokasi taman kota sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Namun untuk sarana air bersih termasuk MCK masih menunggu pembetulan oleh pihak Bidang Pertamanan, Disperkimtan. Marwan berkilah secara perlahan pihaknya telah megalokasikan tenaga kerja untuk menjaga taman kota berikut gedung pengelolaannya itu.

“Kalau soal ruang ganti dan toilet itu, kami memang telah menerima kuncinya. Namun kondisi MCK dan listriknya masih belum maksimal. Makanya kami masih mengeluhkan penerimaan kunci untuk pengelolaan gedung dan sarana lainnya di taman kota ini,” keluh Marwan. (Aph)