Senin, Januari 30, 2023
BerandaBale KBB2017 PDAM Tirtawening Aliri 7.700 Warga Miskin

2017 PDAM Tirtawening Aliri 7.700 Warga Miskin

Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi saat Kegiatan Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (6/10). by Meiwan Humas Kota Bandung
Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi saat Kegiatan Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (6/10). by Meiwan Humas Kota Bandung

BANDUNG – Sebagai kota yang populasinya di atas 2 juta jiwa, Kota Bandung pasti memerlukan sarana penyediaan air bersih dan pengelolaan air minum yang baik.

Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengungkapkan tahun depan sebanyak 7.700 warga miskin di Kota Bandung mendapat sambungan langsung air bersih dari perusahaan daerah air minum itu.

“Kita mendapat bantuan dari Kementrian PUPera (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat), untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memasang sambungan air bersih,” ungkap Sonny pada Kegiatan Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (6/10/16).

Dalam program ini MBR akan disubsidi 50% uang pemasangan sambungan. Sisanya bisa dibayar dengan cara dicicil sebanyak 5 kali. “Dengan cara ini dapat meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Kriteria MBR dari KemenPUPera ini, rumah dengan daya listrik masyarakat sebesar 900-1.500 watt. Baik itu berada di pinggir jalan, atau di dalam gang. Menurutnya KemenPUPera memberi waktu hingga 30 Oktober untuk pendataan warga yang nantinya akan mendapat subsidi.

“Karenanya, kita mengerahkan seluruh karyawan, untuk mendata tetangganya, barangkali ada yang tergolong MBR dan bisa diberi bantuan. Satu orang pegawai, diharuskan memberikan data 20 MBR,” papar Sonny.

Selain mengerahkan karyawan, masyarakat juga bisa mendaftarkan diri dengan datang saja langsung ke kantor PDAM di Jl Badaksinga sehingga langsung bisa tercatat.

Pada angka 7.700 MBR yang diajukan ke KemenPUPera, ungkap Sonny, sudah diperhitungkan waktu pemasangan jaringan sampai masyarakat, hanya diberi waktu satu semester karena mendesaknya permintaan serta lamanya waktu pemasangan jaringan.

“Agar tidak terlalu lama, maka penyerahan data MBR juga hanya diberi waktu satu bulan. Karenanya kami meminta pegawai yang melakukannya untuk menghemat waktu dan biaya,” urainya.

Meski ada 7.700 calon sambungan baru, namun Sonny mengupayakan agar distribusi ke pelanggan lama tidak terganggu. Sebab berdasar estimasi, dari 7.700 pelanggan baru ini membutuhkan air dengan debit 700 liter per detik sehingga kebutuhan ini bisa terpenuhi oleh efesiensi dan penekanan tingkat kebocoran.

“Karena kebocoran kita sekarang kan masih tinggi sekitar 30 persen, kita sekarang sedang melakukan penertiban besar-besaran. Nah, kalau kebocoran ini bisa ditekan hingga 5 persen saja, sudah bisa menutupi kebutuhan 7.700 sambungan itu,” sebut Sonny.

Selain itu, pihaknya pun akan membangun sumber air baru di Cikalong, Kab Bandung Barat, dengan kapasitas 700 liter per detik untuk distribusi tersier yang menghabiskan dana sebesar Rp160 miliar. “Sehubungan dengan pembangunan sumber air tersebut, sudah pasti kami membutuhkan penyertaan modal dari Pemkot Bandung,” pungkas Sonny.

BERITA LAINYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI