Bale Bandung

Alih Fungsi Lahan Penyebab Naiknya Debit Air yang Mengalir di Sungai Cikeruh

×

Alih Fungsi Lahan Penyebab Naiknya Debit Air yang Mengalir di Sungai Cikeruh

Sebarkan artikel ini
Ustadz Nana Mulyana.

RANCAEKEK,balebandung.com – Genangan banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung salah satunya disebabkan oleh alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah hulu Sungai Cikeruh yang meliputi kawasan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

“Dampak alih fungsi lahan itu, bisa dilihat dari tinggi muka air (TMA) yang mengalir di Sungai Cikeruh mencapai 351 centimeter setelah dilihat dari alat pengukur yang dipasang di aliran sungai itu di Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek,” kata Pegiat Lingkungan yang juga Kader Bandung Bedas Bersih Sampah Kecamatan Rancaekek Ustadz Nana Mulyana di Rancaekek, Selasa (20/12/2022).

Sebelumnya pada tahun lalu, kata Ustadz Nana, tinggi muka air di aliran Sungai Cikeruh saat turun hujan deras mencapai 320 centimeter. “Saat ini, aliran Sungai Cikeruh tambah tinggi mencapai 351 cm, setelah aliran sungai itu dikeruk atau dinormalisasi. Termasuk beberapa jembatan yang melintas di aliran Sungai Cikeruh juga dibangun dengan cara ditinggikan, tapi air malah tambah tinggi. Ini bisa disebabkan karena terjadi alih fungsi lahan di hulu Sungai Cikeruh,” kata Ustadz Nana.

Ia pun menyebutkan dengan banyaknya aktivitas pembangunan, maka secara otomatis daerah resapan air akan berkurang. Ditambah lagi pembangunan saluran drainase seiring dengan adanya pembangunan Tol Cisumdawu, kata Ustadz Nana, sehingga disaat turun hujan, air hujan langsung mengalir dan bermuara ke Sungai Cikeruh.

“Dengan adanya luncuran air di saluran drainase itu, sehingga akan menambah debit air atau volume air yang mengalir di Sungai Cikeruh. Sebelumnya, air hujan itu meresap ketika masih ada daerah resapan air. Ketika terjadi alih fungsi lahan, maka air hujan mengalir,” kata Ustadz Nana.

Ustadz Nana berharap dengan adanya alih fungsi lahan itu, sejumlah pihak harus memikirkan aliran air disaat turun hujan. “Jangan sampai membangun tetapi aliran air tak diperhatikan. Jadi aliran air harus menjadi fokus perhatian bersama, jangan sampai debit air terus bertambah dampak alih fungsi lahan tersebut,” tuturnya.

Ia juga melihat di wilayah Kecamatan Rancaekek, penataan lingkungan sudah mulai tertata dengan adanya pengerukan atau normalisasi Sungai Cikeruh, selain Sungai Citarik, Sungai Cikijing dan Sungai Cimande.

“Namun saat ini, walau sungai sudah dinormalisasi atau dikeruk, tapi debit air malah terus bertambah,” tuturnya.

Ustadz Nana kembali menuturkan, di aliran Sungai Cikeruh pada tahun lalu, TMA-nya mencapai 320 cm, namun sekarang bertambah menjadi 351 cm.

“Jadi lingkungan mana yang harus diolah dan ditata maupun dibenahi, dengan adanya debit air yang terus naik. Itu yang menjadi pertanyaan saya. Karena sungai sudah dikeruk dan jembatan sudah ditinggikan 1 meter, air malah tambah naik. Ini debit air sudah sangat luar biasa,” katanya.

Ustadz Nana pun berusaha untuk mengajak sejumlah pihak untuk sama-sama menjaga lingkungan. Yaitu dengan cara melaksanakan penanaman pohon, selain mengolah sampah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah tangga.

“Saya melihat debit air semakin tahun semakin besar. Jadi harus ada penataan lingkungan di hulu sungai. Termasuk di kawasan wisata juga harus jadi perhatian, terutama dalam penataan lingkungannya karena di lokasi wisata terjadi alih fungsi lahan yang sebelumnya daerah resapan air,” katanya.

Ustadz Nana mengungkapkan salah satu solusi untuk menanggulangi ancaman rawan banjir di Kecamatan Rancaekek itu, salah satunya membuat embung-embung untuk penampungan air. “Pembangunan embung-embung itu bisa dilaksanakan di Desa Sukamanah, sebagai daerah titik akhir aliran air maupun aliran sungai yang ada di Kecamatan Rancaekek,” katanya.

Dikatakannya, pembangunan embung-embung di Desa Sukamanah itu untuk menanggulangi ancaman banjir yang terjadi di Desa Rancaekek Wetan, Desa Rancaekek Kulon dan Desa Tegalsumedang. “Jadi bisa empat desa yang bisa tertanggulangi dari ancaman banjir,” katanya.

Disebutkannya, khususnya di Desa Sukamanah seluas 190 hektare lahan sawah yang terendam banjir dan ditambah 110 hektare lahan permukiman warga. “Untuk mengurangi ancaman banjir itu harus ada penataan lingkungan,” katanya.***.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

balebandung.com – Komitmen dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Community Service International Collaborationyang melibatkan Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (FORKOMMI) Malaysia, Sanggar Bimbingan (SB) Broga, Negeri Sembilam, Malaysia serta Dosen FKS, Bandung, Telkom University, Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, (2/8) diselenggarakan di Sanggar Bimbingan […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan 172 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Bandung dilengkapi mesin motah sehingga mampu mengolah sedikitnya 600 ton sampah per hari. Target tersebut disampaikan usai meresmikan TPS3R Tegalluar Lestari di Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (7/8/2026). “Saat ini ada 172 TPS3R di Kabupaten […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus memperkuat upaya penanganan banjir melalui program Pentahelix dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Sungai Cikeruh di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan monitoring dan peninjauan langsung kegiatan normalisasi […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memohon doa dari ratusan anak yatim piatu dan kaum dhuafa agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kekuatan untuk terus menjalankan amanah melayani masyarakat Kabupaten Bandung. Permohonan itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan penyerahan santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan dhuafa di Kantor Desa Buahbatu dan Kantor Desa […]

Bale Bandung

balebandung.com – TIDAK semua tokoh lahir dari kemewahan. Tidak pula semua pemimpin tumbuh di tengah sorotan dan kemudahan. Banyak di antara mereka justru ditempa oleh kesederhanaan, diasah oleh kerja keras, dan dibentuk oleh nilai-nilai keluarga yang kuat. Dari ruang-ruang sederhana itulah lahir pribadi-pribadi yang kelak mampu memberi warna bagi masyarakat dan daerahnya. Salah satu kisah […]

Bale Bandung

SUMEDANG, balebandung.c0m – Sekretaris PWI Jawa Barat sekaligus calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, menawarkan lima program prioritas untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan profesionalisme wartawan di Jawa Barat. Gagasan tersebut disampaikan Tantan saat bersilaturahmi dengan jajaran PWI Kabupaten Sumedang di Kantor PWI Sumedang, Jalan Anggrek No. 95, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari […]