Bale JabarBale Politik

Anak Reggae dan Atlet di Depok Curhat ke Kang Hasan Kurang Diperhatikan Pemda

Cagub Jabar no 2 Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) saat dialog bersama Komunitas Reggae di Kota Depok, Selasa (24/4/18). by HMC

DEPOK – Komunitas dan atlet di Kota Depok mengeluhkan kurangnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap pembinaan dan sarana penyaluran bakat yang mereka miliki. Mereka berharap, Calon Gubernur Jawa Barat Tubagus Hasanuddin dapat menuntaskan persoalan tersebut.

salah satu Atlet Karate Depok, Muhammad Fakha menuturkan, sejak dirinya berkiprah di dunia karate, Pemda setempat kurang melirik untuk bidang yang ia geluti. Padahal sejak tahun 2011, ia sudah membawa nama harum Kota Depok ke tingkat Nasional.

“Pertama tahun 2012 bawa nama Depok juara Piala Gubernur, di Smansa (SMAN 1) Sukabumi. Saya naik kendaraan umum. Tapi saya hanya dikasih penggantian transportasi Rp 100 ribu,” ungkap Fakha, saat dialog bersama Kang Hasan dengan berbagai Komunitas di Depok, Selasa (24/4/18).

Selain itu, terungkap selama ini di Depok ada kurang lebih 20 ribu orang yang berkecimpung di genre musik reggae. Namun, akibat minimnya akses selama ini, belum pernah ada festival musik reggae di Kota Depok.

Menanggapi persolan tersebut, Kang Hasan teringat masa mudanya suka berolahraga dan ‘momotoran.’ Tetapi kala itu perhatian pemerintah setempat sangat sedikit. Terkait musik reggae, Kang Hasan yang berpasangan dengan Kang Anton (Anton Charliyan) ini siap membuat festival musik yang dipopulerkan oleh Bob Marley tersebut.

“Ini merupakan sebuah eksprsesi generasi milenial. Jika mengizinkan jadi gubernur, saya bakal wadahi ini. Reggae perlu ruangan yang bisa dilihat, bahkan oleh turis,” ungkap Kang Hasan yang disambut tepuk tangan berbagai komunitas.

Dia mengaku, senang bisa tahu permasalahan yang dihadapi generasi milenial Kota Depok. Menurutnya, generasi tersebut perlu tempat mengekspresikan diri.

Jika butuh akses permodalan, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut, Kang Hasan siap memberikan pinjaman dengan bunga yang tentunya ringan. Dia menginginkan komunitas tersebut bisa mandiri tanpa harus mencari kerja.

“Saya siap menjembatani semua. Kalau saatnya jadi (gubernur), Anda harus punya akses ke saya,” ucap Kang Hasan.

Molotot.com

Akses yang dimaksud Kang Hasan yakni melalui program molotot.com. Program itu nantinya sebagai ruang masyarakat untuk menagih janji yang selama ini disampaikan pasangan Hasanah. “Jadi perlu ada sinergitas, termasuk mengontrol,” ujar Kang Hasan.

Dia menambahkan, atlet yang berprestasi harus mendapatkan beasiswa dan melanjutkan kuliah. Bahkan, bila memungkinkan mereka mendapatkan pekerjaan.

“Jangan sampai habis manis sepah dibuang. Atlet lari, bela diri misalnya, bisa ditampung di Polri,” pungkas Kang Hasan.

Usai berdialog, mereka sontak meneriakkan yel-yel untuk pasangan nomor urut 2 itu. Melihat itu, Kang Hasan tampak sumringah dan menambah optimis menghadapi kontestasi pada puncaknya 27 Juni 2018.

“Salam dua jari, insya Allah Hasanah jadi,” seru hadirin yang hadir dari berbagai komunitas di Depok. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close