Senin, April 22, 2024
BerandaBale BandungAparatur Desa Lengkong Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan

Aparatur Desa Lengkong Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan

BOJONGSOANG,balebandung.com – Aparatur Pemerintah Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung kini sedang giat melakukan penanaman sayuran dengan pola tanam sistem hidroponik.

Pola tanam hidroponik itu dengan memanfaatkan pekarangan sempit. Tentunya, pola tanam hidroponik itu bisa memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat sekitar, khususnya bagi warga yang datang ke desa untuk berbagai kebutuhan atau kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan desa.

Pola tanam sayuran hidroponik itu cukup dengan menggunakan paralon berukuran 5 inchi, ditambah air yang mengalir di bagian paralon tersebut. Paralon tersebut ditempel di bagian tembok GOR Desa Lengkong dan bangunan Kantor Kepala Desa Lengkong. Di bagian bawah paralon yang ditempel itu, dimanfaatkan untuk menyimpan polibag yang sudah diisi media tanah untuk tanam obat-obatan yang bisa digunakan warga saat berkunjung ke desa.

Dengan pola tanam sayuran jenis kangkung dan bayam atau sosin itu, bisa tumbuh subur dengan memanfaatkan pola tanam hidroponik dengan memanfaatkan pupuk organik. Tanaman sayuran itu sudah bisa dipanen beberapa kali. Hasilnya pun sudah bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai bahan makanan tambahan untuk menunjang gizi makanan dari bahan nabati.

“Warga yang datang ke desa bisa petik sendiri. Silahkan siapa saja. Bahkan ada beberapa warga yang sengaja datang untuk petik sayuran,” kata Kepala Desa Lengkong Agus Salam Rahmat di lokasi pertanian sayuran dengan pola hidroponik tersebut, baru-baru ini.

Menanam sayuran itu tidak harus membutuhkan lahan yang luas. Lahan sempit pun bisa menghasilkan produksi pertanian, yang bisa dinikmati langsung. Yang penting ada kemauan dari warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah maupun perkantoran itu.

“Bertani sayuran itu tidak harus di lahan tanah yang luas. Dengan memanfaatkan media atau pola tanam hidroponik, sudah bisa dibuktikan tanaman sayuran kangkung, sosin bisa tumbuh subur. Bahkan kita memanfaatkan media polibag, untuk tanam obat-obatan untuk warga yang membutuhkan,” kata Agus.

Agus melaksanakan budidaya tanaman sayuran di lingkungan kantor desa itu, berkaitan dengan Peraturan Menteri Desa tentang ketahanan pangan. Mulai dari ketahanan pangan hewani dan nabati, yang bisa diberdayakan di lingkungan desa masing-masing. Supaya masyarakat disaat membutuhkan pangan tak bergantung ke pasar, melainkan bisa petik sendiri di halaman rumah atau perkantoran ketika budidaya pertanian sayuran itu terus digalakkan.

Untuk memenuhi kebutuhan nabati itu, aparatur desa pun mencoba untuk membuat pola tanam pertanian sayuran dengan memanfaatkan media hidroponik.

“Ternyata, bisa berhasil. Masyarakat bisa mengambil sendiri, walaupun porsi dari pengambilan produk hasil pertanian sayuran itu kecil untuk menutupi kebutuhan masyarakat. Tapi minimal masyarakat disaat membutuhkan kangkung, sosin , bisa datang ke kantor desa untuk petik sendiri sayuran tersebut,” ujarnya.

Di lingkungan desa, katanya, ada tanam-tanaman obat-obatan yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Aparatur pemerintahan desa juga turut mengembangkan budidaya lele, namun produksinya belum bisa secara optimal didistribusikan kepada masyarakat.

“Untuk mendistribusikan berbagai produk pertanian itu, melalui program sapa lansia dengan melibatkan ibu-ibu PKK yang ada di Desa Lengkong,” katanya.
Melalui program sapa lansia itu, Agus mengungkapkan, selain membawa makanan atau sembako, juga turut memberikan hasil produksi pertanian yang dihasilkan di desa tersebut. “Ketahanan pangan ini didistribusikan melalui program sapa lansia,” katanya.

Agus mengatakan, budidaya pertanian kakung yang ditanam dengan pola hidroponik itu bisa dipanen beberapa kali. Tanaman sayuran ini, ia menyebutkan, selain dipanen oleh ibu-ibu pengajian yang melaksanakan kegiatan mengaji setiap dua Minggu sekali atau setiap hari Rabu, juga warga lainnya yang sengaja datang ke lokasi penanaman sayuran itu hanya untuk memetik sayuran.

“Kita juga sudah panen ikan lele. Ikan lele itu sudah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pendistribusian ikan lele itu melalui program sapa lansia tadi,” ucapnya.

Budidaya ikan lele di lingkungan Desa Lengkong itu, dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang berada pada garis kemiskinan secara ekonomi. Sebelum bulan suci Ramadan mendatang, pemerintah Desa Lengkong berencana panen ikan lele yang kedua, setelah panen pertama sudah dibagikan kepada masyarakat.

“Budidaya ikan lele ini, khususnya untuk keuntungannya semuanya dibagikan kepada masyarakat. Modal awalnya tetap harus ada, supaya budidaya ikan lele ini terus berkelanjutan dan dinikmati oleh masyarakat,” tuturnya.

Agus berharap kepada masyarakat untuk sama-sama memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanam sayuran sebagai upaya untuk ketahanan pangan keluarga.

“Ini dalam upaya mengamankan kebutuhan pangan. Apalagi di daerah Desa Lengkong itu, yang masuk wilayah perkotaan sudah hampir habis lahan kosong. Sehingga warga dituntut untuk mengembangkan lahan-lahan pekarangan dalam upaya melaksanakan budidaya tanaman sayuran untuk ketahanan pangan,” ujarnya.

Agus mengatakan, budidaya tanaman sayuran dengan media hidroponik itu sebagai contoh kepada masyarakat. “Ternyata di desa juga bisa melaksanakan budidaya sayuran dengan memanfaatkan paralon yang ditempel di tembok bangunan,” katanya.

Sementara itu, Camat Bojongsoang Bambang Sukmawijaya mengatakan, dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, pihaknya menggalakan kegiatan penanaman sayur-sayuran maupun ternak dan budidaya ikan lele.
“Kita pun menghimbau kepada para kepala desa untuk melaksanakan budidaya tanaman sayuran dan ternak di desa-desanya,” katanya.

Bambang mengatakan dengan menggalakan budidaya tanaman sayuran di lingkungan desa-desa itu untuk memberikan contoh kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.

“Khususnya kebutuhan pangan, supaya warga tidak tergantung ke pasar atau membeli ke warung,” ujarnya.

Menurutnya, dengan membiasakan diri melaksanakan budidaya tanaman sayuran maupun ikan itu, bisa mengurangi anggaran yang dibutuhkan untuk pemenuhan pangan sehari-hari.

“Contohnya di sekitar Kantor Kecamatan Bojongsoang, untuk kebutuhan cabe dan sayuran bisa memetik sendiri. Kita berusaha untuk memberikan contoh dulu kepada masyarakat. Supaya program pemanfaatan halaman kantor pemerintahan bisa diikuti atau dicontoh oleh masyarakat,” pungkasnya.***

BERITA LAINYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI

spot_img