Bale JabarEkonomi

Asik, Jabar Bakal Punya 144 Toko Tani

Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial mendampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Launching Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat melalui TTI di Car Free Day Dago, Minggu (15/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung.
Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial mendampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Launching Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat melalui TTI di Car Free Day Dago, Minggu (15/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung.

BANDUNGWETAN – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam peluncuran program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat Toko Tani Indonesia atau PUPM TTI di area Car Free Day Dago di Cikapayang, Kota Bandung pada Minggu pagi (15/5/16). TTI bentukan Kementerian Pertanian ini hadir sebagai solusi untuk kebutuhan pangan atau sembako murah untuk masyarakat.

Gubernur menyambut baik atas inisiasi program dari Kementerian Pertanian ini, karena menurutnya selama ini dalam ketersediaan pangan masalah yang muncul bukan pada suplai atau permintaannya namun dalam penyaluran atau distribusinya.

“Oleh karena itu kita sambut baik program Kementerian Pertanian yang memangkas rantai pasok, suplai chance-nya dipangkas yang asalnya sembilan tangan sekarang menjadi tiga. Dampaknya pasti akan lebih murah,” ungkap Aher usai acara.

Menurutnya ada dua manfaat yang bisa didapat dengan memberlakukan program tersebut. Pertama, harga pangan di tingkat petani bisa dinaikan dan kedua, akan ada keuntungan di tingkat konsumen karena harga bisa diturunkan dengan distribusi yang memadai.

“Jadi konsumen bisa tersenyum karena harganya murah dan petani pun bisa tersenyum karena harganya lebih mahal. Itulah makna yang bisa kita ambil dari pesan Pak Presiden, yaitu bangun kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Pangannya berdaulat artinya ada, tersedia dan terjangkau, petaninya pun bahagia dan sejahtera,” papar Aher.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, komisi yang membawahi bidang pertanian menuturkan, TTI ini merupakan upaya aktif pemerintah dalam mendekatkan produsen ke konsumen atau masyarakat. Selain itu, Edhy pun menambahkan hal ini merupakan sebuah terobosan dalam menjaga ketahanan dan stabilitas harga pangan nasional.

“Program ini harus kita jaga bersama-sama, saya pikir tidak hanya oleh menteri, gubernur. Tapi semua lapisan masyarakat, termasuk teman-teman media untuk membantu menyelaraskan dan mengoptimalkan hal ini,” tutur Edhy.

Edhy menambahkan tak jadi soal bila Kementerian Pertanian mengurusi masalah perdagangan dan distribusi, karena hal tersebut merupakan bagian dari upaya Kementan dalam mempertahankan ketersediaan pangan di Indonesia.

“Saya pikir tidak perlu khawatir, karena sebagai menteri yang membawahi produksi pangan di Indonesia – Kementan punya kewajiban juga untuk mengamankan, karena Menteri Pertanian memerintahkan petani-petani kita untuk berproduksi tapi ketika sudah bekerja hasilnya tidak optimal, tidak bisa dijual dengan baik. Ya, tugas mentan juga. Makanya terpaksa harus dilakukan!” pungkas Edhy.

Di Jawa Barat sendiri akan ada 144 TTI yang tersebar di 22 kabupaten/kota. Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun satu TTI mencapai Rp 200 juta. Biaya ini untuk infrastruktur atau fisik, termasuk biaya modal.

Sementara dalam acara peluncuran TTI ini digelar pasar pangan murah berkualitas, yang langsung diserbu oleh warga yang hadir di CFD. Pasar dadakan ini menggelar dagangannya berupa beras kualitas premium yang dijual dengan harga Rp 7,500/kg, cabai merah dan cabai rawit seharga Rp 18,000/kg, dan bawang merah yang dijual Rp 22,000/kg. Selain itu, dibagikan pula sekitar 500 bibit pohon jeruk kepada masyarakat yang hadir secara cuma-cuma alias gratis.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close