Bale JabarHukum

Asosiasi Debitur Bank dan Asuransi Gugat PT Prudential

Yanto Dharma Gunawan didampingi kuasa hukumnya Dahman Sinaga saat konpers di PN Bandung, Selasa (19/3/19).

BANDUNG – Biro Hukum Asosiasi Debitur Bank Dan Asuransi (ADBDA), terdiri dari para advokat mengajukan gugatan terhadap PT Prudential Life Assurance melalaui Ketua Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus.

Gugatan tersebut dalam rangka memperjuangkan hak Yanto Dharma Gunawan atas polis asuransi Prudential Life Assurance Pru Lagancy, agency dengan nama tertanggung almarhum Kenzo Gunawan (anak Yanto), yang telah meninggal dunia karena sakit.

Pasalnya, setelah semua persyaratan klaim pertanggungan dilengkapi. Pihak PT. Prudential menolak untuk memberikan hak Yanto, sebagaimana telah disepakati dalam polis awal.

“Sebelum saya layangkan gugatan ini, berulang-ulang kali melalui kuasa hukum saya mengundang PT. Prudential untuk melakukan musyawarah, untuk menyelesaikan persolan tersebut,” ungkap Yanto kepada wartawan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung, Selasa (19/3/19).

Namun, kata Yanto, PT. Prudential tidak pernah menghadiri undangan tersebut. “Maka Kami putuskan, melalui kuasa hukum untuk melayangkan gugatan terhadap PT Prudential di PN Bandung kelas 1A dengan register perkara No.504/Pdt.G/2018/PN.BDG,” tandas Yanto.

Ia mengaku selama ini mengikuti aturan Prudential selalu membayar tagihan sebesar Rp.500 ribu/bulan. Sebagai masyarakat umum, tentunya tawaran yang menggiurkan dengan nilai klaim polis senilai Rp 350 juta.

“Sangat disayangkan, ketika kami akan mengajukan klaim dengan perjanjian polis awal, PT Prudential, menolaknya, dengan alasan ada perubahan sistem tanpa adanya informasi sama sekali. Saya tidak ada pemberitahuan menyeluruh mengenai perubahan sistem, yang menyangkut perjanjian polis awal,” ungkap Yanto.

Lebih Lanjut Yanto, mengutarakan, seiring berjalannya waktu,ia melakukan top up polis tersebut yang semula Rp 500 ribu perbulan menjadi Rp1 juta perbulan. “Seharusnya, klaim polis tanggungan saya dibayar dua kali lipat, bukannya ditolak,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum Yanto, Dahman Sinaga mengatakan, keinginan kita hanya satu, agar hak kliennya bisa dipenuhi agar tidak terjadi korban lagi di kemudian hari.***

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close