Bale Politik

Bandung Millenial Working Gelar Deklarasi Damai Pasca Pemilu 2019

“Bandung Millenial Working” saat Deklarasi Damai Pasca Pemilu 2019, di Kedai Bang Hen Jl. Padasuka, Bandung , Kamis (25/4/19).

BANDUNG, Balebandung.com –┬áPemilu Serentak 17 April 2019 menjadi sejarah perjalanan pesta demokrasi di Indonesia dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai hampir 80% dengan berbagai prosesnya.

Berawal dari keresahan kaum millenial yang memandang kegaduhan berlanjut pasca pemilu 2019, gejolak ini tidak lain dan bukan diproduksi para elit politik yang membuat isu-isu miring yang santer sampai menjadi konsumsi semua publik.

“Bandung Millenial Working” sebagai representatif suara millenial dalam menyikapi kondisi perpolitikan bangsa hari ini, menggagas kegiatan Deklarasi Damai Pasca Pemilu 2019, di Kedai Bang Hen Jl. Padasuka, Bandung , Kamis (25/4/19). Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta dengan tagline #bicarakembaliIndonesia, merupakan respon dari kegaduhan yang berlanjut.

“Jika hal ini dirawat akan meretakan keutuhan NKRI. Pasalnya distrust yang dibangun oleh sebagian kalangan sangat santer dan berpotensi membuat efek domino serta perpecahan di antara anak bangsa,” kata Ketua Bandung Milenial Working yakni Ronny S Rahman dalam rilisnya, Jumat (27/4/19).

Nih, butir-butir yang dideklarasikan oleh Bandung Millenial Working diantaranya adalah:
1.Tetap menjaga dan merawat nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Tetap merawat ukhuwah dan silaturahmi sesama warga negara.
3. Bersama sama menjaga situasi kondusif
4. Kepada semua pihak (baik kontestan maupun pendukung) untuk menahan diri bersabar menunggu perhitungan manual dan pengumuman resmi dari KPU RI.
5. Tidak melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum.
6. Tidak melakukan aksi aksi opini yang provokatif dan kontraproduktif.
7. Tidak menyebarkan berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech) dan saling fitnah.
8. Menyerukan semangat kebhinekaan.

“Point ini adalah wujud kepedulian Bandung Millenial Working terhadap kondusifitas Kota Bandung, dan mudah- mudahan semangatnya sampai ke tingkat nasional,” kata Ronny.

Karena kita harus kembali pada identitas millenial yakni produktifitas dan inovasi. bahkan dalam keadaan ini kita lupa mengapresiasi kepada para penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara pemilu (KPU-Bawaslu) dan serta aparat keamanan (TNI Polri) yang telah melaksanakan tugasnya untuk melancarkan Pemilu 2019 ini,” ucapnya.

Kemudian Bandung Millenial Working juga mengamati berbagai statement para elite politik yang menyerukan People Power kepada KPU, merupakan himbauan yang agak berlebihan.

“People Power ini akan membuat kegaduhan yang akan pecah di antara anak bangsa, maka people power tidak layak untuk digunakan,” tukas Ronny.

Bandung Millenial Working mengajak semua kalangan untuk kembali bicara Indonesia bukan kembali pada konflik kubu-kubu, Bandung Millenial Working sangat percaya pada kinerja KPU dan Bawaslu yang netral. “Mari kita tunggu 22 Mei mendatang pemimpin yang diharapkan rakyat Indonesia,” pungkas Ronny.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close