Selasa, Mei 28, 2024
BerandaBale BandungBappelitbangda Kab Bandung - PT BDS Kaji Jalur dan Tipe Kereta Gantung...

Bappelitbangda Kab Bandung – PT BDS Kaji Jalur dan Tipe Kereta Gantung Bandung Selatan

SOREANG, Balebandung.com – Kabupaten Bandung akan mengembangkan kereta gantung atau transportasi berbasis kabel di wilayah Bandung Selatan yang saat ini sedang dalam kajian Pra Feasibility Study (FS).

Dalam kajian juga akan dibahas mengenai opsi jalur termasuk rute Gondola Wisata yang menurut rencana akan dibangun di kawasan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali atau Pacira.

Menurut kajian Pra FS, ternyata ada 3 jenis kereta gantung atau transportasi berbasis kabel yang bisa dikembangkan di wilayah Bandung Selatan yang memiliki kondisi berupa pegunungan dengan kontur geografis yang cukup ekstrim.

Pra FS Kereta Gantung untuk Bandung Selatan juga membahas tentang berbagai permasalahan yang kerap terjadi di kawasan tersebut, sehingga dibutuhkan alternatif transportasi massal yang bisa menjadi solusi nyata.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi mengatakan Pra FS Kereta Gantung ini akan didukung penuh oleh perangkat daerah, khususnya mengenai berbagai macam data yang dibutuhkan termasuk di dalamnya data destinasi wisata, kunjungan wisata, serta permasalahan transportasi yang ada.

“Ide kereta gantung dari Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna ini terkait dengan beberapa hal. Pertama, adanya permasalahan. Kedua, ingin meningkatkan potensi yang ada di Bandung Selatan,” ujar Kepala Bappelitbangda di Soreang, Kamis (17/8/2023).

Erwin mengatakan, setelah adanya Tol Soroja, akses ke tempat wisata terutama Pacira hingga Pangalengan itu belum bisa dikembangkan secara optimal dengan pelebaran jalan atau apapun dan mereka masih mengusahakan hal tersebut.

“Potensi pariwisata, budaya dan hasil bumi di Bandung Selatan itu besar sekali dan perlu dikembangkan. Salah satu ide Pak Bupati Bandung, kenapa enggak pakai kereta gantung. Bayangan kita kan kereta gantung itu untuk wisata saja, gondola lah ya, itu persepsi masyarakat, interpretasi kebanyakan orang stereotipnya kan gondola ya. Memang tidak salah, karena salah satunya ya gondola seperti di Taman Mini atau di Genting Malaysia,” tutur Erwin.

Namun pada kenyataannya, Erwin mengatakan ada 3 macam jenis kereta gantung atau transportasi berbasis kabel yang bisa dikembangkan di kawasan Bandung Selatan. Pertama, kereta gantung untuk mengangkut orang saja, seperti di area ski yang bentuknya seperti kursi lalu diberi pengaman.

Kedua, gondola yang biasa ada di tempat wisata, cocok untuk di daerah yang kondisinya ekstrim berupa pegunungan sebagai koneksitas di daerah wisata, dan ketiga kereta gantung bersifat transportasi massal.

“Nah, yang ketiga ini kalau berdasarkan informasi dari konsultan bisa mengangkut sampai 300 orang. Itu artinya untuk mengatasi kemacetan. Contoh misalnya ada TOD (Transit Oriented Development) seperti Soreang sudah berkembang, mau menuju daerah yang padat misalnya Banjaran. Nah, kereta gantung ini bisa jadi salah satu alternatif transportasi massal. Saya sih belum tahu efektivitas dan ekonomisnya seperti apa, itu yang sedang dikaji,” ungkap Erwin.

Untuk program penyediaan kereta gantung di kawasan Bandung Selatan, menurutnya saat ini tahapannya sedang dalam pengkajian konsultan, yang melibatkan peran serta BUMD yakni PT BDS (Bandung Daya Sentosa) untuk melakukan Pra FS.

“Nanti dari Pra-FS tuh bicara jalur mana yang mau dikembangkan, tadi pilihannya apa untuk pariwisata dulu atau transportasi masal. Itu yang nanti dituangkan dalam Pra-FS. Insyaa Allah sampai akhir tahun ini selesai,” tukasnya.

Selain itu, Pra-FS juga akan menentukan bentuk kerja sama pembangunan kereta gantung ini modelnya seperti apa. Apakah B to Be (Business to Business) atau investasi murni atau KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) itu juga akan dikaji untuk implementasinya.

“Nanti kalau ada hasil kajian ini KPBU misalnya atau B to Be misalnya, baru kita kerjakan FS-nya. Tapi kalau prakarsa pengembang, nanti pengembang atau developer itu bisa menawarkan atau membuat FS. Karena Pemda sudah punya konsep ingin mengembangkan kereta gantung, sudah dipetakan potensi-potensi yang bisa dikoneksikan dengan kereta gantung, siapa yang berminat, nanti prosesnya kurang lebih seperti itu,” kata Erwin.

Kepala Bappelitbangda Kab Bandung mengungkapkan, berdasarkan diskusi awal, rute kereta gantung sudah ada opsi tapi masih akan dibicarakan dan akan dituangkan dalam kajian Pra-FS tersebut.

“Ya mungkin opsinya tadi, transportasi massal daerah-daerah padat kita tembus oleh itu sebagai koneksi. Misalnya Pak Bupati sering bilang Banjaran itu padat, kalau kita mau ke Pangalengan atau Kertasari kan pasti lewat situ, bottle neck kemacetannya kan di situ. Nah itu salah satunya ditembus dulu oleh transportasi berbasis kabel atau kereta gantung massal ini,” tuturnya lagi.

Ke depannya, bisa dibangun Park and Ride yang ditentukan titiknya di mana, nanti dari situ baru bisa dibuat rute menuju tempat wisata.

“Ada juga opsi rute ke Pacira. Misalnya, Park and Ride-nya di Gambung, dan Gambung jadi center-nya. Di situ ada semacam TOD jadi semacam pembangunan kawasan berbasis transportasi. Nanti di kajiannya disebut TOD dikembangkan di Gambung, di sana ada Park and Ride, ada hotel, restoran dan yang lainnya, dari situ bisa tembus langsung ke Cileunca. Kalau tidak salah jika menggunakan kereta gantung, jika ditarik garis lurus, dari Gambung ke Cileunca hanya 7 hingga 10 km saja,” kata Erwin.

Dengan adanya gondola wisata, tentu akan menghemat waktu dan biaya jika dari Gambung ingin ke Cileunca, lalu nanti dari Cileunca bikin rute loop balik lagi ke Gambung.

“Nanti di tengah-tengah antara Gambung dan Cileunca bisa turun atau dibuat stasiun-stasiun karena jarak antara 1 tiang kereta gantung dengan tiang lainnya itu bisa sampai 3 km. Tapi tidak harus setiap tiang turun, nanti bisa bikin pemberhentian dan di sana ada sentra yang bisa dikembangkan itu bisa bikin station. Untuk pariwisata bentuknya loop,” ujar Erwin menjelaskan.

Menurutnya, yang jadi leading sektor dari pembangunan kereta gantung Bandung Selatan adalah Dinas Perhubungan, tapi tentu harus didukung oleh perangkat daerah yang lainnya.

“Yang jelas Dishub, karena leading sektornya di bawah perhubungan, bagian dari transportasi juga. Nanti dia yang menentukan jalur, izin ‘trayek’ dan lain-lain. Yang pasti semua perangkat daerah terlibat untuk support data,” tandasnya.***

BERITA LAINYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

spot_img