Bale Kota BandungHukum

Baru 4.000 Pelaku Usaha Daftarkan Desain Industrinya

Dirjen KI Kemenkumham Freddy Harris usai jadi narasumber seminar Pencanangan Tahun 2019 sebagai Tahun Desain Industri, di Hotel Crown Bandung, Selasa (12/3/19).

BANDUNG – Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Kementerian Hukum dan HAM Freddy Harris menyatakan desain industri masih belum menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat Indonesia.

“Persoalan ekonomi masyarakat sebenarnya desain industri. Namun kebanyakan masyarakat belum menyadarinya,” ungkap Freddy kepada wartawan, usai jadi narasumber seminar Pencanangan Tahun 2019 sebagai Tahun Desain Industri, di Hotel Crown Bandung, Selasa (12/3/19).

Freddy menyebut untuk pelaku usaha di Indonesia saat ini baru 4.000 orang yang melek dan paham soal desain industri. “Kita baru 4.000 orang per tahun yang mendaftar desain industri. Sementara negara tetangga kita Malaysia sampai 500.000 orang per tahun yang mendaftar desain industri,” paparnya.

Ditjen Kekayaan Intelektual sendiri, imbuh Freddy, terus melakukan sosialisasi desain industri ini. “Ini ada gunanya. Makanya kita sosialisasikan. Seperti merk paten itu nggak pernah digubris. Biasanya mereka malas. Namun akhirnya mereka sadar dengan merek paten, sama dengan desain industri,” ungkapnya.

Ditjen KI sendiri akan membantu masyarakat yang mau mendaftarkan industri desainnya. “Ada keuntungannya jika mendaftarkan desain industri, terutama dari sisi komersialisasi nama,” terangnya.

Menurutnya masyarakat Indonesia masih belum sadar desain industri yang sebenarnya ada di sekitar kita. “Contoh sederhana silikon hp, chasing hp, itu terdaftar nya di luar negeri. Nah, kita ga sadar kan. Kalau didaftarkan itu jadi nilai, di situ nilai ekonomis meningkat,” pungkasnya.***

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close