Bale JabarBale Politik

Biro Pemilih Perempuan Hasanah Ajak Perempuan Teladani Perjuangan Inggit Garnasih

BANDUNG – Biro Pemilih Perempuan Hasanah (Tb Hasanuddin-Anton Charliyan Amanah) menggelar kunjungan ke Rumah Sejarah Ibu Inggit Garnasih di Jalan Inggit Garnasih, RW 05 Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (21/2/18).

Lebih dari itu rombongan relawan ini juga berziarah ke Makam Ibu Inggit Garnasih di Pemakaman Umum Porib Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung. Ziarah dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahir Inggit Garnasih yang ke-130 tahun pada 17 Februari 2018.

Ketua Biro Pemilih Perempuan Hasanah Ika Eviolina Hasan menyatakan agar generasi muda, khususnya perempuan, bisa meneladani semangat perjuangan dari Ibu Inggit Garnasih.

“Bayangkan perempuan pada masa itu tidak hanya memikirkan diri pribadinya dan pasangannya, tapi bagi kehidupan bangsa dan negara. Itu yang paling penting, bahwa di balik sosok hebat Soekarno, terdapat wanita luar biasa di belakangnya, yaitu Ibu Inggit Garnasih,” tandas Ika kepada wartawan saat kunjungannya ke Rumah Sejarah Inggit Garnasih.

Karena itu pula, kata Ika, saat ini pihaknya bersama DPD PDIP Jawa Barat mengusulkan agar Inggit Garnasih menjadi Pahlawan Nasional. Sejauh ini proses pengajuannya sedang berjalan.

Ika menjelaskan Inggit berperan bukan hanya sebagai istri Ir Soekarno, melainkan sebagai kawan seperjuangan. Selain kodratnya sebagai istri, Inggit juga menanamkan rasa cinta kepada tanah air dan itu terus digelorakan dalam perjuangan Bung Karno.

“Pada saat itu Bung Karno masih berusia 22 tahun, sedangkan Ibu Inggit sudah 35 tahun. Bayangkan bukan hanya perut atau keluarga yang dipikirkan, tapi beliau ingin meraih mimpi yang lebih besar buat bangsanya saat itu,” ungkap istri dari Cagub Jabar Tb Hasanuddin ini.

Sekali lagi Ika pun menyerukan generasi muda khususnya kaum perempuan sebagai penerus bangsa harus meneladani dan mengingat kembali akan sosok pejuang perempuan seperti Ibu Inggit.

“Sebetulnya ini adalah kesempatan yang paling baik di tengah hiruk pikuk situasi kebangsaan kita, untuk bisa meneladani sosok Ibu Inggit Garnasih sehingga bisa menjadi motivator dan penggerak perjuangan bangsa,” paparnya

Ia berharap muncul Ingit Garnasih generasi baru yang mau memperjuangakan nasib bangsa dan negara. Dia optimis jika ada yang mengikuti jejak kepahlawanan Inggit, maka Indonesia akan menjadi barometer dunia.

“Kalau saat ini terlahir Srikandi perjuangan bangsa di negara kita, saya yakin kelak Indonesia menjadi barometer percontohan dunia,” tandasnya.

Ika juga berpesan kepada generasi muda jangan mau dipecah belah. Untuk itu, pendidikan tinggi menjadi modal dasar sangat penting sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi. Terlebih di era digital ini dengan maraknya hoax yang tidak bertanggung jawab bisa menyesatkan kehidupan bangsa.

Menurutnya, tanpa kita sadari maraknya hoax bisa memecah belah persatuan bangsa. Hal ini menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan tidak hanya bisa mengandalkan peran pemerintah.

“Jadi, saya ingin mengingatkan kembali termasuk pada diri saya, setidaknya apa yang bisa kita lakukan ke depan agar bangsa ini tidak terpecah belah,” pesan Ika. []

Ketua Biro Pemilih Perempuang Hasanah Ika Eviolina Hasanuddin saat mengunjungi Rumah Sejarah Ibu Inggit Garnasih di Jalan Inggit Garnasih, Kel Nyengseret,, Kec Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (21/2/18).
Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close