Bale Bandung

Bupati Bandung Ini Selamat Dari Berbagai Upaya Pembunuhan (1)

×

Bupati Bandung Ini Selamat Dari Berbagai Upaya Pembunuhan (1)

Sebarkan artikel ini
Para Bupati Residen Priangan. RAA Martanegara (keempat dari kiri) duduk di samping Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang ke-15.
Para Bupati Residen Priangan. RAA Martanegara (keempat dari kiri) duduk di samping Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang ke-15.
Para Bupati Residen Priangan. RAA Martanegara (keempat dari kiri) duduk di samping Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang ke-15. Repro by RA Garlika Martanegara

BALEBANDUNG – Sejak runtuhnya Kerajaan Sunda pada 1579, pusat kekuasaan di Jawa Barat terpecah-pecah menjadi beberapa bagian. Pada abad ke-17, sebagian wilayah yang nantinya disebut Priangan, dibagi menjadi beberapa kabupaten yang masing-masing dipimpin oleh seorang bupati. Salah satu diantaranya adalah Kabupaten Bandung.

Bupati-bupati di Pulau Jawa mengalami pasang surut dalam kedudukan dan peranannya. Bila pada masa kekuasaan VOC, (1602-1799) para bupati memiliki kekuasaan yang amat besar selaku penguasa tradisional, maka pada masa kekuasaan Hindia Belanda, tepatnya sejak masa Daendels (1808-1811) mengalami kemerosotan karena adanya pembatasan-pembatasan.

Mereka diangkat menjadi pejabat-pejabat penerima gaji yang ditempatkan dalam suatu kerangka kerja yang diawasi secara langsung oleh pemerintah pusat. Pada masa Tanam Paksa (1830-1870), kedudukan para bupati dipulihkan kembali dengan tujuan mendapatkan dukungan mereka dalam pelaksanaan politik eksploitasi itu.

Secara khusus, utamanya sejak masa VOC, di wilayah Priangan diberlakukan Preangerstelsel yang memanfaatkan ikatan tradisional-feodal antara bupati dan rakyatnya untuk kepentingan perdagangan VOC. Dalam sistem ini, para bupati diwajibkan menyerahkan hasil bumi tertentu dengan mendapatkan ganti rugi yang besarnya ditentukan oleh VOC. Penyerahan wajib ini disebut verplichte leverantie.

Pada 1 Januari 1871, Preangerstelsel dihapuskan, bertepatan dengan dilakukannya Reorganisasi Priangan. Wilayah Priangan dibagi menjadi sembilan afdeling yang masih-masing diperintah oleh seorang asisten-asisten. Di antara afdeling-afdeling itu, ada yang bersatu dengan kabupaten, ada pula yang berdiri sendiri. Bandung termasuk dalam kelompok pertama.

Setelah reorganisasi ini, kekuasaan para Bupati Priangan merosot sekali karena adanya asisten-residen yang sebenarnya menjadi pemegang kekuasaan di afdeling/kabupaten; selain itu, wilayah kabupaten juga berkurang karenan sebagian dijadikan wilayah afdeling baru. Bupati dipojokkan dalam status seremonial belaka. Sekalipun demikian, bupati masih diberi peranan sebagai pengatur produksi agraria dalam rangka eksploitasi pemerintah kolonial. Untuk itu, bupati mendapatkan persenan (bagian) dari penghasilan penanaman kopi di samping gaji bulanan.

Dalam situasi demikianlah, Raden Adipati Aria Martanagara diangkat sebagai Bupati Bandung ke-10 pada 1893. [Hanca]

Di-online-kan Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kab Bandung ke-375, 20 April 2016.
Sumber :
– Garlika Martanegara
– Nina H Lubis, Konflik Elite Birokrasi; Biografi Politik Bupati RAA Martanagara

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki memastikan program pinjaman dana bergulir tanpa jaminan tanpa bunga dari Bupati Bandung Dadang Supariatna yang disalurkan melalui BPR Kerta Raharja tetap berlanjut pada 2026. DPRD Kabupaten Bandung bahkan telah menyetujui alokasi penyertaan modal non permanen sebesar Rp20 miliar di APBD 2026 untuk mendukung program tersebut. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) I Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Bandung menghadirkan dua kepala daerah dalam satu forum, Minggu, 7 Juni 2026. Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Bupati Lampung Selatan yang juga Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, kompak mendorong organisasi pengusaha muda […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Ketua Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Bandung Toni Permana menilai penguatan tata kelola olahraga melalui Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Keolahragaan Kabupaten Bandung perlu diiringi dengan penguatan identitas aset-aset olahraga daerah, termasuk Stadion Si Jalak Harupat. Menurut Toni, pembahasan perda yang membuka ruang alternatif pendanaan bagi KONI dan cabang olahraga merupakan langkah […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tahun 1942 menjadi titik balik bagi Hindia Belanda. Dalam waktu singkat, pemerintahan kolonial yang selama puluhan tahun menguasai Nusantara runtuh setelah Jepang masuk. Perubahan itu mengguncang hampir seluruh kehidupan politik, termasuk jaringan organisasi yang selama ini menjadi ruang perjuangan Oto Iskandar di Nata. Selama bertahun-tahun Oto bergerak melalui pendidikan, organisasi, dan politik. Ia […]

Bale Bandung

balebandung.com- Nama Oto Iskandar di Nata semakin dikenal di berbagai daerah. Aktivitas organisasinya bertambah. Undangan rapat datang hampir setiap minggu. Perjalanan ke luar kota menjadi bagian dari rutinitas. Namun di balik kehidupan politik yang semakin sibuk, ada satu dunia lain yang jarang dibicarakan orang: keluarganya. Rumah Oto tidak pernah benar-benar sepi. Tamu datang silih berganti. […]

Bale Bandung

JAKARTA – Bupati Bandung Dadang Supriatna memperkuat langkah kolaborasi penanganan sampah dengan pemerintah pusat, TNI Angkatan Darat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan seluruh pemangku kepentingan di tengah semakin kompleksnya persoalan sampah serta kondisi Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir (TPPA) Sarimukti yang telah melebihi kapasitas. Komitmen itu disampaikan Dadang Supriatna saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Masalah […]