Rabu, Desember 1, 2021
BerandaBale BandungBupati Bandung Optimis Air Citarum Bisa Diminum

Bupati Bandung Optimis Air Citarum Bisa Diminum

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Penetapan Hari Citarum di Bendungan Radug, Desa Wangisagara, Kec Majalaya, Sabtu (29/5/21).

MAJALAYA, Balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku optimis, dalam beberapa tahun ke depan air dari DAS Citarum bisa dijadikan bahan baku air minum untuk masyarakat Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung juga akan memprogramkan Sungai Citarum menjadi awal pengambilan air, yang disalurkan ke pemukiman dan perindustrian.Hal itu disampaikan bupati di sela acara Apresiasi Penetapan Hari Citarum di Bendungan Radug, Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Sabtu (29/5/21).

“DAS Citarum ini sangat luar biasa. Saya melihat kondisi di hulu, yaitu Situ Cisanti air terlihat bersih. Tapi saat datang ke hilir terjadi pencemaran. Namun sejak tahun 2016, setelah ada kepedulian lingkungan melalui gerakan melawan limbah, Alhamdulillah, hampir 80 persen kondisinya sudah mulai normal kembali,” ucap bupati.

Dalam kesempatan kunjungannya ke beberapa perusahaan penghasil limbah industri, Dadang Supriatna mengaku sudah tidak menemukan limbah yang dibuang secara langsung ke sungai.

“Semuanya sudah menggunakan IPAL (instalasi Pengelolaan Air lLmbah) yang dirawat dan dipelihara. Mudah-mudahan pencemaran tidak terjadi lagi di DAS Citarum,” harap Dadang.

Gerakan perlawanan masyarakat DAS Citarum terhadap limbah pabrik yang secara sengaja dibuang ke sungai pada 24 Mei 2016 silam, membuat tanggal tersebut ditetapkan menjadi Hari Citarum.

“Atas usulan pemrakarsa dan pecinta lingkungan, saya menyatakan bahwa tanggal 24 Mei dijadikan sebagai Hari Citarum. Bersama para pecinta lingkungan, kita berkolaborasi untuk bebenah Sungai Citarum. Nantinya sepanjang sungai ini akan kita adakan kegiatan rutin setiap tahunnya,” ujar Kang DS, sapaan bupati.

Kang DS juga berharap kerjasama dari semua pihak, terutama di sektor hulu, untuk melakukan langkah-langkah menjadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomis.

“Kita akan tingkatkan kerjasama dan berkoordinasi dengan para pelaku usaha lokal di sini, terutama penjual pasir dan batu kali. Tentunya ini bisa menjadi mata pencaharian,” tandas Kang DS.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

TERKINI