Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBale BandungBupati Bandung Siap Tanggulangi Kemiskinan Ekstrim

Bupati Bandung Siap Tanggulangi Kemiskinan Ekstrim

SOREANG, Balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta jajarannya, siap mendukung semua program pemerintah pusat, termasuk upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bandung.

“Kemarin saat Pak Wapres berkunjung ke Jawa Barat, beliau mengatakan bahwa Kabupaten Bandung menjadi salah satu dari 5 daerah di Jawa Barat yang berkategori miskin ekstrim,” ungkap Bupati Dadang Supriatna, di sela acara Kunjungan Kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (MenDes PDTT) RI di Rumah Jabatan Bupati, Soreang, Kamis (30/9/2021).

Angka kemiskinan di Kabupaten Bandung saat ini, tuturnya, mencapai 6,91% atau 263.600 jiwa. Sedangkan tingkat kemiskinan ekstrim berada di angka 2,46% atau sebanyak 93.480 jiwa.

Dirinya berencana akan mengadakan rapat koordinasi bersama perangkat daerah terkait, guna merumuskan langkah-langkah strategis sebagai tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat.

“Saya ditugaskan oleh Pak Wapres dan Pak Mendagri, untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini hingga bulan Desember nanti. Kita akan fokus pada langkah apa yang harus kita lakukan,” jelasnya.

Sementara pada kunjungannya ke Kabupaten Bandung, MenDes PDTT Abdul Halim Iskandar memaparkan kondisi miskin ekstrim di Kabupaten Bandung.

Selain itu, kedatangannya tersebut guna membahas rencana program nasional dalam pembangunan desa dan pedesaan.

“Kenapa Kabupaten Bandung? Karena daerah ini termasuk ke dalam daerah padat penduduk. Tentu jumlah warga miskinnya lebih banyak lagi dibanding daerah lain, karena populasinya banyak,” paparnya.

Ia meminta bupati sebagai kepala daerah, turun langsung untuk mendampingi dan mengambil bagian dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

“Saya berharap Pak Bupati bisa mendampingi pengelolaan dana desa dengan lebih proposional. Kalau bisa alokasi dana desa ditambahkan, sehingga kades dan masyarakat desa semakin mendapatkan perhatian yang lebih fokus dari bupati,” jelas Abdul Halim.

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan memerlukan kolaborasi dan sinergitas unsur pentahelix, mulai dari kementerian, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota, pihak swasta, akademis, media hingga gotong royong seluruh masyarakat.

“Menangani data kemiskinan harus jelas siapa namanya, dimana alamatnya, kondisi rumahnya bagaimana, sanitasinya seperti apa, itu semua harus didata secara terperinci satu persatu,” imbuhnya.

Dirinya juga mendukung program-program yang akan dan sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam mensejahterakan masyarakatnya.

“Program nasional berupa bantuan tunai, subsidi listrik, padat karya dan lainnya sudah diluncurkan oleh kementerian lainnya. Saya sangat mengapresiasi Pemkab Bandung yang terus mendukung program-program nasional,” urainya.

Dalam kedatangannya itu, Ia berharap Kabupaten Bandung akan menjadi kabupaten utama yang ikut menopang pencapaian target Indonesia di tahun 2024.

“Kita harapkan Kabupaten Bandung mencapai target Pak Presiden. Indonesia akan betul-betul bebas dari warga miskin,” tandasnya.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI