Bale Kab Bandung

Bupati Bandung Terpilih: 3 Jalan Tembus Kertasari Siap Dibangun

Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna saat meninjau akses jalan Kertasari-Pangaenan di Desa Ngelawangi, Kec Kertasari, Kab Bandung, Jumat (25/12/20).by iwa/bbcom

KERTASARI, Balebandung.com – Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna menyatakan Kecamatan Kertasari sangat berpotensi untuk dibangun sebagai destinasi wisata Kabupaten Bandung.

Selain Situ Cileunca atau Nol Kilometer Sungai Citarum sebagai ikon wisata Kertasari, masih banyak potensi lainnya yang harus digali.

“Permasalahannya saat ini di Kertasari masih banyak jalan yang rusak berat yang harus segera diperbaiki untuk menggali potensi wisata khususnya,” kata Dadang Supriatna, saat kegiatan Jumat Keliling di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Jumat (25/12/20).

Sedikitnya ada tiga jalan tembus Kertasari yang menghubungkan Kertasari-Pangalengan dan Kertasari-Garut. Kang DS, sapaan Dadang Supriatna sudah melakukan peninjauan ke jalan dua jalan tembus tersebut.

“Pertama, saat meninjau jalan yang masih parah rusak parah itu jalan akses yang nyambung ke Kabupaten Garut sepanjang dua kilometer. Lebarnya sangat memadai, saya rencanakan lebar jalannya menjadi delapan meter, bahu jalannya masing-masing dua meter, jadi 12 meter,” papar Kang DS.

Menurutnya perbaikan jalan akses Kertasari-Garut ini merupakan prioritas karena merupakan penghubung antar kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut. Lebih dari itu jalan untuk tembus ke Garut juga ada di Desa Cihawuk Kertasari.

Jalan tembus lainnya yakni akses jalan tembus ke Perkebunan Kertamanah Kecamatan Pangalengan di Jalan Pejaten, Desa Neglawangi, Kertasari yang panjangnya sekitar tiga kiloan.

“Jadi, total kebutuhan untuk infrastruktur jalan di Kertasari sekitar 20 kiloan. Ini menjadikan prioritas pertama karena ini kita akan membuka peluang investasi dan membuka destinasi-destinasi wisata baru,” imbuh Kang DS.

Selain Situ Cisanti, kata dia, di Desa Tarumajaya pun ada kolam air panas atau cipanas. Ada juga goa peninggalan jaman Belanda. “Semua potensi itu akan kita aktifkan lagi, kita gali sebagai destinasi wisata baru,” ujarnya.

Ditanya soal jalan yang lahannya milik swasta atau BUMN seperti PTPN VIII dan Perhutani, Kang DS bilang hal itu akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak terkait.

“Menurut saya selama itu untuk kepentingan umum, untuk pengembangan daerah dan percepatan ekonomi, apalagi ini kan keinginan masyarakat, saya kira pihak PTPN maupun Perhutani pun bisa memahami,” kata Dadang Supriatna.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close