Bale Bandung

Bupati Dadang Naser; “Tudingan Ridwan Kamil Tidak Elegan”

×

Bupati Dadang Naser; “Tudingan Ridwan Kamil Tidak Elegan”

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Naser (kiri) berdialog dengan pengrajin pisau asal Kec Majalaya di Bazaar Komplek Perguruan Muhammadiyah Bandung Selatan, Jl Terusan Kopo, Kec Margahayu, Kab Bandung, Minggu (26/3). by iwa
Bupati Bandung Dadang Naser (kiri) berdialog dengan pengrajin pisau asal Kec Majalaya di Bazaar Komplek Perguruan Muhammadiyah Bandung Selatan, Jl Terusan Kopo, Kec Margahayu, Kab Bandung, Minggu (26/3). by iwa
Bupati Bandung Dadang Naser (kiri) berdialog dengan pengrajin pisau asal Kec Majalaya di Bazaar Komplek Perguruan Muhammadiyah Bandung Selatan, Jl Terusan Kopo, Kec Margahayu, Kab Bandung, Sabtu (26/3). by iwa

BANDUNG – Lautan sampah menutupi aliran Sungai Cikapundung, di Kampung Cijagra Desa/Kecamatan Bojongsoang dan Sungai Citepus di Kampung Cisirung, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot.

Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna memperkirakan volume sampah di kedua anak Sungai Citarum tersebut tidak kurang dari 500 ton. sampah itu menumnpuk sejak surutnya banjir sekitar 2 hari di Bojongsoang dan Dayeuhkolot. Tumpukan sampah dari hulu Sungai Cikapundung itu, saat ini diperkirakan membentang sampai 150 meter dengan lebar sungai 12-15 meter.

“Ketebalan tak kurang dari 1 meter. Karena saya bisa berjalan-jalan di atas sampah tanpa tercebur ke sungai,” ungkap Anang. Dia mengaku, prihatin dengan adanya tumpukan sampah yang sampai mencapai ratusan ton. Padahal pemerintah saat ini, tengah berupaya membersihkan Sungai Citarum.

Meski awalnya membantah, akhirnya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun tidak menyangkal jika sampah di sungai-sungai Kota Bandung ikut terbawa aliran air menuju Sungai Citarum. Namun, dia menampik jika sampah di Kota Bandung jadi sebab utama. Bahkan kepada media Emil cenderung balik menuding Kabupaten Bandung.

Lebih dari itu Emil justru terkesan menyalahkan wilayah Kabupaten Bandung, dengan meremehkan kinerja wilayah itu. Menurutnya, Kabupaten Bandung tidak mampu mengangkat sampah lebih banyak dibanding wilayahnya.

Bupati Bandung Dadang M Naser tampak tetap kalem menanggapi polemik insiden lautan sampah yang menutup aliran sungai di wilayahnya. Termasuk soal tudingan dan sangkalan Wali Kota Bandung yang awalnya keukeuh Kota Bandung tidak berkontribusi terhadap tumpukan sampah.

“Pernyataan atau tudingannya itu tidak elegan. Padahal tidak bisa dipungkiri Kota Bandung pun turut berkontribusi terhadap tumpukan sampah di sungai tersebut. Mestinya dia tidak bilang begitu,” tukas bupati kepada Balebandung.com usai membuka Musda XI Pengurus Daerah Muhammadiyah Kab Bandung di  Komplek Perguruan Muhammadiyah Bandung Selatan, Jl Terusan Kopo, Kec Margahayu, Kab Bandung, Minggu (26/3/16).

Dadang menyatakan selama ini Kabupaten Bandung ini sudah menjadi penopang Kota Bandung sebagai Ibu Kota Jawa Barat dan ia meminta semua pihak menghargainya.

“Jangan sampai karena Kabupaten Bandung jadi penopang Ibu Kota Jawa Barat, malah jadi penampung sampah dan limbah dari Kota Bandung saja,” selorohnya.

Bahkan kepada media, sebelumnya Emil menyatakan sampah yang menumpuk di Kampung Cijagra itu bisa saja berasal dari Banjaran dan Pangalengan, yang merupakan wilayah Kabupaten Bandung. Lebih dari itu Emil justru terkesan menyalahkan wilayah Kabupaten Bandung, dengan meremehkan kinerja wilayah itu. Menurutnya, Kabupaten Bandung tidak mampu mengangkat sampah lebih banyak dibanding wilayahnya.

Tidak hanya meremehkan, Emil menuding, wilayah Kabupaten Bandung sebagai penyumbang sampah terbesar di sungai. Data diperolehnya, sampah dihasilkan dari warga Kabupaten Bandung bisa sampai 1.200. Adapun yang terangkut hanya 400 ton.

“Berarti 800 ton itu dibuang ke mana? Ya sungai. Jadi tidak secara ilmiah itu dari Kota Bandung. Memang harus dibuktikan dulu,” tudingnya. (galamedianews.com/bandung-raya/79712/lautan-sampah-cikapundung-emil-tuding-kabupaten-bandung-tidak-mampu-bekerja).

Menanggapi hal ini, Bupati Dadang Naser pun meminta agar tidak membandingkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung. “Kota Bandung itu tandingannya Kota Surabaya. Tidak bisa dibandingkan dengan Kabupaten Bandung yang dari segi anggarannya saja Kabupaten Bandung baru Rp4 triliun dengan wilayah yang demikian luas. Sementara Kota Bandung sudah Rp5 triliun lebih sementara wilayahnya kecil,” kilah Dadang.

Kepada media Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun mengaku dirinya merasa dikambinghitamkan sebab pihaknya dituding berkontribusi terhadap tumpukan sampah itu. Menurut Ridwan tumpukan sampah di sungai terjadi karena banyak masyarakat yang abai terhadap kebersihan lingkungan.

“Jadi, yang masalah adalah oknum warga yang membuang sampah sembarangan. Yang dikambinghitamkan warga yang disiplin dan pemerintah yang sudah bekerja,” tukas Emil saat meninjau kondisi Sungai Citepus, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (24/3).

Tudingan Emil mendapat jawaban Wagub Jabar Deddy Mizwar. Menurut Deddy, sampah di Kabupaten Bandung justru sudah berkurang signifikan dibanding Kota Bandung. Dia justru merasa heran, dengan pengelolaan di wilayah pimpinan Emil tersebut.

Apalagi sejak Pemprov Jabar menggulirkan Citarum Bestari, kesadaran warga Kabupaten Bandung bertambah. Deddy mengklaim, Sampah dibuang dari warga setempat pun berkurang drastis.

“Di Kabupaten Bandung yang kita terjun ke sana untuk Citarum Bestari sudah berjalan cukup bagus, kesadaran sudah tumbuh baik. Di Kabupaten Bandung itu sampah tidak ada, sudah berkurang signifikan, eh tapi sekarang katanya malah masuk dari Kota Bandung,” ketus Deddy.

Meski kisruh, Deddy berharap, Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung bisa membahas masalah sampah guna mengurangi tumpukan. Apalagi sampah kerap menjadi penyebab banjir di selatan Bandung itu. [iwa]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

balebandung.com – Komitmen dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Community Service International Collaborationyang melibatkan Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (FORKOMMI) Malaysia, Sanggar Bimbingan (SB) Broga, Negeri Sembilam, Malaysia serta Dosen FKS, Bandung, Telkom University, Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, (2/8) diselenggarakan di Sanggar Bimbingan […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan 172 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Bandung dilengkapi mesin motah sehingga mampu mengolah sedikitnya 600 ton sampah per hari. Target tersebut disampaikan usai meresmikan TPS3R Tegalluar Lestari di Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (7/8/2026). “Saat ini ada 172 TPS3R di Kabupaten […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus memperkuat upaya penanganan banjir melalui program Pentahelix dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Sungai Cikeruh di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan monitoring dan peninjauan langsung kegiatan normalisasi […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memohon doa dari ratusan anak yatim piatu dan kaum dhuafa agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kekuatan untuk terus menjalankan amanah melayani masyarakat Kabupaten Bandung. Permohonan itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan penyerahan santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan dhuafa di Kantor Desa Buahbatu dan Kantor Desa […]

Bale Bandung

balebandung.com – TIDAK semua tokoh lahir dari kemewahan. Tidak pula semua pemimpin tumbuh di tengah sorotan dan kemudahan. Banyak di antara mereka justru ditempa oleh kesederhanaan, diasah oleh kerja keras, dan dibentuk oleh nilai-nilai keluarga yang kuat. Dari ruang-ruang sederhana itulah lahir pribadi-pribadi yang kelak mampu memberi warna bagi masyarakat dan daerahnya. Salah satu kisah […]

Bale Bandung

SUMEDANG, balebandung.c0m – Sekretaris PWI Jawa Barat sekaligus calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, menawarkan lima program prioritas untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan profesionalisme wartawan di Jawa Barat. Gagasan tersebut disampaikan Tantan saat bersilaturahmi dengan jajaran PWI Kabupaten Sumedang di Kantor PWI Sumedang, Jalan Anggrek No. 95, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari […]