Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaBale BandungBupati Launching Toko Tani Indonesia dan Lumbung Pangan

Bupati Launching Toko Tani Indonesia dan Lumbung Pangan

Jpeg
Jpeg

ARJASARI – Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bandung me-launching Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat Toko Tani Indonesia (PUPM TTI) untuk Kabupaten Bandung di Desa Pinggirsari Kecamatan Arjasari, Selasa (31/5) ini.

Peresmian TTI dilakukan Bupati Bandung Dadang M Naser, yang juga sekaligus meresmikan pula Lumbung Pangan Masyarakat (LPM). Keberadaan LPM ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan dan dirasakan masyarakat. Saat keadaan darurat atau dilanda bencana seperti banjir, longsor dan kekeringan, kebutuhan pangan bisa terpenuhi.

Lumbung pangan hadir menjadi solusi. Itulah sebabnya LPM ditumbuhkembangkan untuk menampung cadangan pangan. Jika terjadi bencana yang menyebabkan pasokan bahan pangan terputus, musim paceklik atau gagal panen, persediaan pangan tetap ada di tengah masyarakat.

Acara ini juga dirangkaikan dengan Gelar Pangan Murah Berkualitas yang diadakan BKP3 Kab Bandung bekerjasama dengan TP PKK Kab Bandung. Kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas/sembako) jelang Ramadan, serta mengatasi masalah kenaikan harga.

Sementara diresmikannya Toko Tani Indonesia (TTI) bertujuan memberikan kepastian stabilitas serapan, pasokan, dan harga yang menguntungkan petani dan konsumen. Diikuti stabilisasi harga pangan melalui langkah menyeimbangkan margin share antara petani dengan pedagang, sehingga memberi kemudahan akses bagi konsumen terhadap bahan pangan pokok dan strategis. TTI sendiri merupakan ide Kementrian Pertanian dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta memangkas tata niaga pangan.

Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen dari operasi pasar pangan yang berjalan saat ini, d imana (1) harga produk di tingkat petani rendah, namun harga produk di pasar melonjak tinggi akibat rantai pasok yang panjang dalam distribusi produknya. (2) dari segi kualitas, komoditas pangan rentan rusak dan tidak terawasi karena panjangnya dan lamanya proses distribusi.

Pelaksanaan kegiatan TTI ini memotong rantai pasok pangan hingga 3-4 pelaku rantai pasok pangan masyarakat. Dimulai dari gapoktan lalu ke TTI dan terakhir ke konsumen. Dengan sistem tersebut, harga pangan yang dijual kepada konsumen lebih murah dan kualitas pangan pun dapat diawasi sehingga tetap segar dan baik.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI