Bale Kab Bandung

Dalih SOP Covid-19 di Peresmian Soccer Training, Oknum EO Larang Masuk Awak Media dan Anggota DPRD

Para awak media yang dilarang masuk ke Soccer Training oleh oknum EO untuk meliput acara peresmian di Stadion Si Jalak Harupat Kec Kutawaringin Kab Bandung, Rabu (22/7/20). by aby/bbcom

KUTAWARINGIN, Balebandung.com – Para awak media yang biasa melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Bandung, merasa kecewa oleh oknum Event Organizer (EO) panitia peresmian Soccer Training Sabilulungan Si Jalak Harupat di Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Rabu (22/7/2020).

Selain awak media, kekecewaan juga diterima oleh salah satu anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung. Sebelum memasuki gerbang masuk, EO sempat empat kali melarang para awak media untuk masuk ke area acara, dengan dalih SOP Covid-19. Padahal baik media maupun anggota Dewan sudah diundang untuk menghadiri acara.

Pihak EO juga berasalah untuk bisa masuk ke area persmian, para wartawan harus seizin pantian dan Humas Pemkab Bandung.

“EO kami tidak ada kapasitas untuk mengeluarkan ID liputan, karena peserta yang hadir dibatasi,” jelas salah satu EO kepada awak media di lokasi.

Termasuk Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra Praniko Imam Sagita yang sempat dijegal kehadirannya oleh para petugas EO dan panitia.

Praniko megaku sangat kecewa dan merasa tidak dianggap oleh panitia mulai dari saat tiba oleh para petugas Dishub hingga para petugas EO dan Panitia.

Apalagi saat akan memasuki area kegiatan, perlakuan para petugas EO dan panitia sangatl ketat, hingga bertanya yang lain-lain mulai dari ID card, undangan dan sebagainya.

“Saya tidak mungkin menghadiri acara tersebut kalau tidak ada undangannya. Apalagi yang main pada saat persesmian lapangan tersebut rekan-rekan sesama anggota DPRD Kabupaten Bandung juga,” ungkap Praniko berada kesal.

Ia pun menyayangkan kegiatan yang menghabiskan biaya yang begitu besar Rp 15, 4 miliar dari pemerintah pusat, provinsi maupun daerah, mengecewakan bagi warga Kabupaten Bandung sendiri.

“Kami yang dari daerah sendiri mohon dihargai. Kegiatan ini jadinya jangankan ke masyarakat, kita saja, anggota dewan dan wartawan diperlakukan seperti itu,” bebernya. ***(Aby)

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close