Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBale BandungDari Hulu ke Hilir, Bupati Bandung Terjun Langsung Pantau Progres Normalisasi Sungai

Dari Hulu ke Hilir, Bupati Bandung Terjun Langsung Pantau Progres Normalisasi Sungai

RANCAEKEK, Balebandung.com – Untuk kesekian kalinya, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung terjun ke lapangan, memonitor progres pengerukan atau normalisasi anak-anak Sungai Citarum, khususnya di wilayah timur Kabupaten Bandung.

Hal ini sudah dilakukan Kang DS, sapaan Dadang Supriatna, sejak ia masih berkampanye jelang Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Bahkan saat ia masih menjabat anggota DPRD Kabupaten Bandung dan DPRD Jawa Barat, Kang DS memang selalu vokal menyuarakan masalah banjir di Kabupaten Bandung.

Kali ini Bupati Bandung mengajak Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Bastari, untuk meninjau langsung progres normalisasi anak-anak Sungai Citarum, yang dilakukan secara swakelola, hasil kerjasama masyarakat dan pengusaha.

“Memang kita sengaja mengundang BBWS Citarum untuk melihat langsung bagaimana faktual di lapangan, setelah sebelumnya kita sudah ada pertemuan awal dalam rakor penanganan Citarum di rumah dinas,” ungkap bupati di sela peninjauan, Senin (11/10/21).

Rombongan meninjau Sungai Cikeruh yang melintas di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang. Kemudian Cicalengka, berlanjut ke Sungai Citarik, di Desa Haurpugur Kecamatan Rancaekek. Berakhir di kolam retensi Cikahyangan Kecamatan Margahayu.

“Langkah selanjutnya ke depan, kita akan tangani bersama. Saya juga meminta kepada Pak Gubernur Jabar untuk duduk bersama dalam menangani permasalah banjir Citarum dan anak-anak sungainya di Bandung Raya,” kata Kang DS.

Ia meminta Gubernur Jabar memediasi pertemuan antara Pemkab Bandung, Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, Pemkab Bandung Barat dan Pemkab Sumedang untuk duduk bersama. TermasukDinas PSDA Jawa Barat dan BBWS Citarum. Sehingga BBWS sendiri nanti bisa melaporkannya ke Kementerian PUPR.

“Dari pertemuan itu nanti kita buatkan rencana komprehensif penanganan banjir Citarum dan anak-anak sungainya. Dari hulu ke hilir harus selesai. Nantinya setiap pemda diarahkan terkait tugas dan fungsinya. Jadi, tidak bisa parsial, tidak bisa ego sektoral lagi,” jelas Kang DS.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI