Dipati Ukur; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [14] : Ksatria Penunggang Lodaya

Tak lama tercium bau pandan menguar begitu kuat. Burung-burung yang tadi ramai berkicau tiba-tiba diam. Sepi, simpe. Balebandung.comĀ – Si Sambrani, kuda yang ditunggangi Ukur melompat ke kanan, menghindari tusukan tombak yang nyata-nyata ditujukan kepada kuda itu, bukan Ukur. Maksud si penyerang tampak ingin membuat kuda itu tersungkur mati, hingga Ukur terjatuh dan gampang mereka habisi. … Lanjutkan membaca Dipati Ukur; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [14] : Ksatria Penunggang Lodaya