Dipati Ukur, Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [6]: Yang Mengendap-endap di Malam Gelap

Balebandung.com – Tangan Ukur meraih tumpukan nasi, mengambilnya secomot sebelum nasi itu dibulat-bulatkannya dalam genggamannya. Nasi yang bagus, pikirnya. Sangat pulen dan tak tercerai berai dalam genggaman. Dicarinya apakah ada sambal terasi atau sejenisnya di bungkusan itu, ternyata tak ada. Sempat terbersit sedikit rasa kecewa di hati Ukur. Baginya, dan nyaris semua perjaka Sunda saat itu, … Lanjutkan membaca Dipati Ukur, Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [6]: Yang Mengendap-endap di Malam Gelap