Bale Kota BandungHukum

Disuap Rp3,9 Miliar, Itoc-Atty Terancam 20 Tahun

Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija dan Atty Suharti menjalani sidang dakwaan kasus suap Pasar Atas Cimahi di Pengadilan Negeri Kelas I A Kota Bandung, Rabu (19/4). by bbcom
Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija dan Atty Suharti menjalani sidang dakwaan kasus suap Pasar Atas Cimahi di Pengadilan Negeri Kelas I A Kota Bandung, Rabu (19/4). by bbcom

BANDUNG – Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija dan Atty Suharti terancam hukuman 20 tahun penjara atas kasus kasus suap Pasar Atas Cimahi. Ha itu terungkap dalam sidang dakwaan terhadap pasangan suami istri itu di Pengadilan Negeri Kelas I A Kota Bandung, Rabu (19/4/17). Kedua mantan Wali Kota Cimahi itu terbukti menerima suap dari para pengusaha untuk memuluskan tender proyek Pasar Atas Cimahi tahap II.

JPU KPK Mungki Hadi Pratikto dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa Atty dan Itoc selama Desember 2015 hingga Desember 2016 terbukti menerima hadiah uang komitmen atau fee secara bertahap sebesar Rp 2,4 miliar ditambah Rp 500 juta dari Hendriza Soleh dan Triswara Dhanu Brata (berkas terpisah), dan Rp 1,5 miliar secara bertahap dari Samiran.

“Total uang suap yang sudah diterima Rp 3,9 miliar, dan yang belum diterima Rp 500 juta,” ungkap Mungki kepada wartawan usai persidangan. Padahal hadiah yang diberikan oleh Hendriza, Triswara dan Samiran patut diduga ada hubunganya dengan jabatan atau kewenangannya sebagai walikota.

Selain itu, imbuh JPU, seharusnya para terdakwa patut menduga kalau hadiah yang diberikan sebagai upaya agar mereka (Triswara, Hendriza, dan Samiran) diberikan proyek pekerjaan di SKPD Cimahi TA 2016-2017.

Akibat perbuatannya, Atty dan Itoc dijerat pasal 12 hurup a UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana, sebagaimana diatur dalam dakwaan kesatu. Juga pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayar 1 ke 1 kuhp jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana. “Ancamannya maksimal 20 tahun penjara,” tandas Mungki.

Sidang yang dipimpin Sri Mumpuni ditunda pekan depan dengan agenda kesaksian karena tim penasihat kedua terdakwa tidak mengajukan eksepsi

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close