Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBale BandungDuel Tinju DKI Jakarta dan NTT PON XX Berakhir Rusuh

Duel Tinju DKI Jakarta dan NTT PON XX Berakhir Rusuh

JAYAPURA, Balebandung com – Pertarungan tinju antara DKI Jakarta dan NTT, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua, berakhir rusuh.

Kericuhan terjadi usai duel antara Jill Mandagie (DKI) melawan Lucky Mira A. Hari (NTT), Jumat (8/10) malam di GOR Cendrawasih, Jayapura, Jumat (8/10/2021)..

Kerusuhan kedua kali di luar ring tinju ini terjadi saat insiden petinju DKI Jakarta digebuki petugas panitia.

Pada pertarungan di kelas 56 kg putra itu berawal ketika Jill Mandagie (DKI) tidak menerima kekalahan atas lawaannya Lucky Mira A Hari. Jill Mandagi nampak kecewa dan marah. Namun saat melakukan protes, Jill malah mendapat bogem mentah.

Tak tinggal diam, petinju yang juga TNI AU itu, spontan membalas. Kericuhan pun pecah. Pelatih maupun ofisial DKI Jakarta sontak bergerak. Penonton yang ada di tribun ikut turun ke area pertandingan.

Petugas keamanan dibuat repot. Mereka mencoba mengamankan keadaan. Jill digiring ke ruang ganti, tapi terus dikejar oleh penonton. Baku pukul kembali terjadi.

Petinju DKI Jakarta itu bersama pelatih dan ofisial serta pria yang memukulnya digelandang ke Polda Papua untuk diamankan. Sementara penonton yang berada di dalam GOR Cendrawasih diminta bertahan di dalam.

Pertandingan berikutnya baru bisa dilakukan setelah 20 menit kemudian.

“Petinju kami mestinya menang. Penonton juga tahu. Wajar Jill kecewa dan marah, tapi malah dipukul,” kata David Kasidi, pelatih tim tinju DKI Jakarta.

“Kami sudah dicurangi, dipukul pula. Ini arena bergengsi. Kami tiga tahun mempersiapkan diri, hasilnya malah begini, siapa yang tidak kecewa,” lanjut David Kasidi.

Menurutnya di kelas 69kg Michael Ronaldo Manopo juga dicurangi ketika melawan Mendy Yikwa (Jatim). Michael dinyatakan kalah 4-1.

“Aneh petinju yang tidak bisa mukul malah menang. Jelas-jelas ronde 2 dan 3 Michael lebih menguasai permainan,” cetus David.

Kekalahan dua petinju ini membuat DKI Jakarta, Jumat (8/11/2021), hanya meloloskan dua petinju ke semifinal. Tiket itu dikantongi Aldoms Suguro di kelas 52kg setelah mengalahkan Rahul Boumana (Malut) dan Matius Mandiangan yang menaklukkan petinju Papua Barat, Lewi Canra di kelas 60kg putra.

“Saya sangat menyayangkan kepemimpinan wasit dan hakim yang memiliki kepentingan daerah. Mestinya ‘Merah Putih’ harus diutamakan,” kata Hengky Silatang, Ketua Pengrov Pertina DKI Jakarta.

Lebih lanjut Hengky menuturkan kalau begini bisa menghambat pembinaan petinju. Dia merasa kasihan dengan Pertina pimpinan Komaruddin Simanjuntak yang sudah bekerja keras untuk mengembalikan tinju amatir Indonesia.

“Saya sangat menghormati dan menghargai Pak Ketum yang selalu mengingatkan tinju amatir harus bangkit dari negeri Indonesia Timur.”

Komaruddin Simanjuntak memang telah berulang kali mengingatkan para wasit dan hakim untuk bersifat netral dalam memimpin pertandingan.

Mantan Pangdam Udayana itu sempat naik ring ketika terjadi rusuh pada pertandingan tinju antara Papua Barat dan Papua pada laga pembukaan PON, Selasa (5/10/2021).

“Kerusuhan itu hanya kesalahpahaman. Dalam keadaan emosi orang akan mudah tersulut. Manajemen di ring sudah sesuai. Cara berpikir wasit hakim dari 15 pertandingan, hanya satu yang tidak pas nilainya. Itu wajar,” ujar Komaruddin Simanjuntak.

Lebih lanjut dikatakan dalam pertandingan ada menang dan kalah. Manajer dan pelatih harus bisa mengendalikan petinjunya jika emosi. Dikatakan persoalan sudah clear diselesaikan di Polda Papua.

“Tiap hari saya mencerahkan wasit hakim. Kami perlihatkan video pertandingan. Kami analisis bersama supaya bisa memperbaiki kekurangan. Konsep ke depan, manajer, pelatih jadilah orang yang bijak,” imbuh Komaruddin, dilansir dari media online.***(dr)

 

 

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI