Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaHumanioraBale BudayaLestarikan Budaya sebagai Aset Ekonomi Kreatif

Lestarikan Budaya sebagai Aset Ekonomi Kreatif

Festival Drama Musikal Remaja

KOTA BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan bila sejak dini nilai-nilai budaya, lewat cerita, atau legenda telah ditanamkan, maka suatu hari nanti cerita tersebut akan terus menurun ke generasi selanjutnya. Sehingga produk budaya daerah dapat terlestarikan dan dapat menjadi bagian budaya nasional.

“Sejalan dengan tagline kegiatan ini, ‘Mengantarkan Nilai – Nilai Luhur Cerita Rakyat, Kisah Atau Legenda Jawa Barat Sebagai Khasanah Sastra Nasional dan Perjuangan Membentuk Karakter Bangsa’, hal ini tentunya merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian Budaya Bangsa. Diharapkan dengan kegiatan ini akan muncul dorongan untuk ikut serta memiliki semangat yang sama dalam menjaga dan mengembangkan budaya sebagai warisan leluhur,” tutur Deddy saat membuka Festival Drama Musikal Remaja Jawa Barat ke-5 di Gd. Kesenian Rumentang Siang, Bandung, Kamis (7/1/16).

Terlebih menurutnya, saat ini adalah jamannya ekonomi kreatif. Bila sejak dulu masyarakat pada umumnya ‘memandang rendah’ pelaku seni, dengan mengatakan ‘mau jadi apa? Mau makan apa bermain seni terus?’, tutur wagub, itu karena dulu masyarakat belum berfikir nilai budaya dan seni dapat menjadi aset ekonomi kreatif. Tetapi justru saat ini industri kreatif tumbuh berdampingan bersama bidang industri lainnya. Bahkan Industri kreatif mempunyai tempat tersendiri di pasar internasional.

Di era ekonomi kreatif di mana seni pertunjukan menjadi salah satu bidang industri kreatif, menurut Deddy kita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki bangsa lain, yaitu budaya yang beragam.

“Itu keuntungan buat kita. Maka kita dorong peran masyarakat untuk berperan pada ekonomi kreatif ini, kita gali, kita asah potensi, bakat – bakat terpendam anak – anak kita ini, sejak usia remaja ini. Salah satunya lewat festival – festival seperti ini, ini bagus,” ujar Deddy.

Adapun, Festival Drama Musikal Remaja yang diinisiasi Komunitas Teater BEL Bandung ini bersifat lomba. Maka capaian kualitas seni peran dan kerja keras yang tidak bisa instan didapat, adalah goal yang perlu dicapai. Sehingga sadar tak sadar, para peserta festival dituntut untuk saling menghargai, jujur, dan, demokratis.

Penampilan para peserta akan dinilai oleh dewan juri festival diantaranya, Embie C. Noer (musisi, penata musik), Joko Kurniawan (Dosen Teater ISBI Bandung), dan Erry Anwar (praktisi teater, sutradara teater). Peserta terbaik berhak mendapat hadiah trophy, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.

Festival digelar dalam rangka mewadahi kreatifitas remaja di Jawa Barat, terutama pada bidang seni pertunjukan. Kali ini sebanyak 17 grup teater remaja dari kabupaten/kota se-Jawa Barat tampil sebagai peserta festival.

Naskah-naskah drama yang dilombakan bersumber dari kisah, legenda, dan atau cerita Rakyat Jawa Barat. Dengan tujuan memuliakan seni peran, sekaligus mengenalkan kisah legenda tersebut untuk menumbuhkan tradisi kreatif dan kolektif pada kaum remaja.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI