Bale Kab BandungHumanioraPendidikan

Gaharu Jadi Ikon Kecamatan Paseh

Buah pohon gaharu
Buah pohon gaharu

PASEH – Tanaman gaharu di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung bisa menjadi ikon tanaman potensial di kecamatan tersebut. Kini budidaya tanaman gaharu sedang dikembangkan di Kampung Bojongbecik RW 08, Desa Mekarpawitan, Paseh. Bahkan budidaya ini menarik perhatian Tim Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH-ITB) untuk mengembangkan potensinya. Apalagi harga getah tanaman gaharu yang sudah diolah menjadi kemenyan, bisa tembus belasan sampai puluhan juta rupiah per kilogramnya.

“Tanaman gaharu bisa menjadi ikon Paseh,” kata Camat Paseh Komarudin. Camat mengakui sebelumnya pohon langka ini tidak terpikirkan merupakan tanaman yang berpotensi. Ternyata, nilai ekonominya pun biasa cukup tinggi.”Kami berharap tanaman gaharu bisa terus dikembangkan di Paseh,” harapnya.

Selama ini gaharu dikenal sebagai tanaman yang tumbuh di Kalimantan dan Papua. Tapi ternyata di Paseh Kab Bandung pun sudah enam tahun tumbuh dan lestari. Di sana ada sekitar 100 pohon gaharu yang telah tumbuh dan berbuah.

“Tanaman gaharu menjadi tanaman langka di Kab. Bandung. Memang sebelumnya tumbuh di Pulau Papua dan Kalimantan. Setelah kami coba oleh warga setempat, tanaman gaharu ternyata tumbuh pula di wilayah kami,” kata penggerak lingkungan di Kec. Ibun, Memet Moch Rachmat.

Di antara tanaman gaharu itu sudah mulai berbuah. Pada 2014 lalu, buah gaharu itu bisa tembus pasar dengan harga Rp 15 juta per kg. Beberapa warga juga telah menjadikan pohon gaharu sebagai sumber tambahan penghasilannya. “Pohon ini memang cukup mendongkrak perekonomian warga,” kata Memet.

Diperkirakan, budidaya tanaman gaharu ini masih jarang dilaksanakan para petani lainnya. Karena itulah harga buah gaharu cukup mahal. Saat ini, untuk melestarikan tanaman tersebut, para petani setempat tengah mengembangkan bibit tanaman tersebut. Dengan harapan bisa lebih lestari dan dikembangkan terus.

Diberitakan Balendung sebelumnya, tanaman gaharu ini mendapat perhatian dari SITH ITB untuk kepentingan pendidikan. Petani gaharu Soni Heryadi mengatakan hadirnya tim ITB ke lokasi pertanian gaharu itu untuk membantu petani dalam penerapkan teknologi inokulasi.

“Inokulasi itu diartikan, cara pemberian bakteri pada tumbuhan supaya mengeluarkan unsur minyak dan wangi,” kata Soni.

Tim ITB juga turut berperan aktif dalam teknologi inokulasi penyuntikan formula baru. Lebih dari itu tim ini juga menggali potensi turunan gaharu yang ditanam puluhan pohon di Kp. Bojongbecik tersebut.

“Termasuk melakukan penelitian manfaat dari mulai daun, biji, cangkang biji, ranting, kulit, dahan, batang dan akar gaharu,” kata Soni.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close