Bale Bandung

Gedung Zeni Rancaekek, Bersejarah dan Terbengkalai

×

Gedung Zeni Rancaekek, Bersejarah dan Terbengkalai

Sebarkan artikel ini

RANCAEKEK, Balebandung.com – Tidak banyak literasi mengenai eksistensi Gedung Zeni. Sebuah bangunan atau situs bersejarah terletak di Kampung Bobodolan, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Diperkirakan dibangun sekitar tahun 1935. Pada jaman kemerdekaan, namanya lebih lengkap lagi, menjadi Gedung Zeni Tempur, yang digunakan Pasukan Genie (Zeni) Pionir, cikal bakal Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) di bawah Kodam Siliwangi.

Akses Gedung Zeni Tempur ini pun sekarang hanya bisa melalui pematang sawah. Dulu di masa awal pembangunannya, ada akses jalan selebar kira-kira tiga meter, yang bisa dilintasi truk pengangkut senjata dan amunisi Belanda.

Diceritakan Abah Salim (70), warga sekitar, akses jalan tersebut masih ada sisa-sisanya, sekitar tahun 1970-an. Memasuki tahun 1980-an, akses jalan tersebut dibongkar, dan dijadikan sawah.

Gedung Zeni Tempur di Google Earth, dihubungkan garis dengan Radio Nirom Rancaekek

Posisi Gedung Zeni berada di tengah hamparan pesawahan luas. Letaknya tak jauh dari Gedung Stasiun Pemancar Radio Nirom, di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Kampung Rancabatok, Desa Rancaekek Wetan, Kec Rancaekek. Karena itu, dulunya akses jalan tersebut menghubungkan antara Gedung Zeni dengan Radio Nirom.

Nama Zeni sendiri berasal dari bahasa Belanda: genie. Artinya bagian teknisi atau insinyur sipil dari pasukan militer yang bertugas pokok menyelenggarakan rekayasa teknik dan militer.

Pada masa era Hindia Belanda ada Tentara Kerajaan zaman Hindia Belanda, Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL), yang juga punya satuan Wapen der Genie atau kesenjataan zeni. Zeni termasuk bantuan tempur yang membantu melancarkan pergerakan pasukan infanteri dan lainnya.

Gedung Zeni by InfoRCK

Melihat dari nama dan posisi gedung di tengah hamparan luas, diperkirakan gedung ini juga dulunya merupakan benteng milik kolonial Belanda, yang berfungsi untuk melihat musuh yang datang dari arah jauh, dan bertugas menghambat pergerakan musuh. Selain itu, tugas satuan ini membangun kamp, perbentengan, jembatan, landasan udara, penghancuran, dan sarana perhubungan.

Sejauh ini cerita tentang Gedung Zeni hanya bersumber dari penuturan warga setempat. Menurut penuturan Camat Rancaekek, Baban Banjar, Gedung Zeni itu dulunya dijadikan gudang senjata dan bunker di masa penjajahan Belanda.

“Gedung Zeni itu dulu tempat menyimpan senjata dan amunisi tentara Belanda. Tapi yang lebih tahu ceritanya mungkin warga sekitar yang sudah pada sepuh,” kata Baban di Rancaekek, Sabtu (4/9/21).

Karena minimnya referensi dan perhatian dari pemerintah setempat, Gedung Zeni ini terbengkalai tidak terawat. Bahkan ditanami pohon pisang dan ubi jalar. Sebab sejumlah bebatuan, tembok gedung atau batako yang kokoh, lantai keramiknya, sudah ada yang mengambil.

Konon, berkali-kali warga sekitar mencoba meruntuhkan tembok gedung itu. Namun tidak mempan karena saking kokohnya batako semen khas racikan arsitek Belanda.

Ada juga cerita warga sekitar yang menemukan sebuah peti. Ketika peti itu dibuka, isinya ada beberapa helai pakaian bercirikan pakaian Belanda.

Padahal, jika dirawat dengan baik dan dikembangkan, Gedung Zeni ini bisa dijadikan obyek wisata sejarah di Rancaekek. Tapi menurut Camat Rancaekek, kabarnya lahan sawah di sekitar Gedung Zeni tersebut sudah dimiliki perorangan. ***

Example 300250

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]