Bale Kota Bandung

Hewan Kurban Kota Bandung Diprediksi Naik 5%

BANDUNG, Balebandung.com – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar memprediksi jumlah hewan kurban di Kota Bandung naik 5%. Hal tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk melakukan upaya menjamin kelayakan dan kesehatan hewan kurban.

“Kita perkirakan memang tahun ini akan ada peningkatan sekitar 5 persen, selain karena adanya imbauan kesadaran untuk berkurban masyarakat kota memang tinggi,” jelas Gin Gin, Selasa (30/7/19).

Gin Gin mengungkapkan untuk keperluan penandaan hewan yang layak untuk dikonsumsi, pihaknya telah menyiapkan kalung sebagai tanda kelayakan hewan kurban. Kalung yang terpasang sebagai tanda hewan tersebut sudah melalui pemeriksaan dengan status Layak dan Sehat.

“Petugas kita menyediakan 35.000 kalung ‘sehat’ dan ‘layak’. Karena pengalaman tahun kemarin kita itu melakukan pemeriksaan dan pelabelan sampai 25 ribu hewan kurban,” paparnya.

Gin Gin menambahkan pihaknya telah menyiapkan 100 petugas yang berfungsi sebagai pemeriksa hewan-hewan kurban. Petugas tersebut akan disebar ke seluruh kecamatan yang ada di Kota Bandung.

“Petugas itu tugasnya pertama adalah melakukan pemetaan lapak-lapak hewan kurban, identifikasi lokasi, baru melakukan pemeriksaan. Setelah dinyatakan sehat, dipasang labeling tanda sehat dan layak,” jelasnya.

Gin Gin juga mengungkapkan telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi berbagai potensi penyakit yang terdapat pada hewan kurban. Menurutnya Dinas Pangan dan Pertanian telah menyiapkan petugas khusus untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban.

“Makanya untuk mengantisipasi bebrbagai kemungkinan penyakit, petugas itu dibagi menjadi dua tim. Ada tim Ante Mortem yang bertugas sebelum pemotongan (hewan hidup), kemudian Tim Post Mortem yang bertugas memeriksa setelah pemotongan seperti hati, limpa dan sebagainya,” ungkapnya.

Gin gin juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban. Pihaknya menganjurkan masyarkat untuk lebih memilih hewan kurban yang telah diperiksa dan telah dipasang tanda ‘Sehat’ ‘dan Layak’.

“Diimbau kepada masyarakat untuk membeli hewan kurban yang telah dilabel. Dan ketika membeli, labelnya jangan dilepas di tempat, untuk mengantisipasi penyalahgunaan label tersebut,” pungkasnya.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close