Selasa, Oktober 19, 2021
BerandaBale Kota BandungJadikan Kecerdasan Finansial sebagai Gaya Hidup

Jadikan Kecerdasan Finansial sebagai Gaya Hidup

MANULIFE3BANDUNG – Investor sesali perencanaan keuangan yang buruk, tetapi terus mengulang kesalahan yang sama. Meski kurang disiplin dalam pengelolaan keuangan, sebagian besar investor menyadari bahwa mereka seharusnya mengelola keuangan dengan lebih baik, di mana 59% investor berharap memiliki perencanaan investasi yang lebih baik. Secara spesifik, 25% investor menyesali keputusannya menyimpan dana tunai di tabungan atau deposito, sementara 28% lainnya menyesal tidak berinvestasi pada waktu yang tepat.

Walaupun investor memiliki niat yang baik terkait perencanaan keuangan mereka, survei menunjukkan mereka terus mengulang kesalahan yang sama. Terbukti, walapun para investor mengatakan bahwa mereka menyesal menyimpan dana tunai di tabungan dan deposito dalam jumlah yang terlalu banyak, investor meningkatkan jumlah simpanan dalam bentuk dana tunai sejak tahun lalu. Simpanan dana tunai naik dari 30% pada Q4 2014 menjadi 38% pada Q4 2015.
Tidak tertutup kemungkinan bagi para investor untuk terus mengulangi kesalahan-kesalahan keuangan yang sama, karena dalam membuat perencanaan keuangan para investor mengandalkan penilaian dan pengetahuan pribadi (77%) atau saran dari pasangan (75%). Sementara saran dari perencana keuangan/ahli investasi memiliki pengaruh yang lebih sedikit (11%), bahkan lebih rendah bila dibandingkan dengan pengaruh media (20%).

Sebagai dampak dari turunnya nilai tukar rupiah dan kekhawatiran terhadap kondisi pasar yang berfluktuasi, harapan investor terhadap imbal hasil investasi menjadi lebih realistis, turun signifikan dari rata-rata 14,8% di Q4 2014 menjadi 11,8% untuk tahun 2016.

Namun investor masih terus menerapkan pendekatan tradisional dalam pengalokasian portofolio mereka. Hal ini ditunjukkan dengan fakta ketika mereka ditanyakan mengenai rencana investasi mereka di masa depan, secara menakjubkan, 92% mengklasifikasikan simpanan di rekening bank dan deposito sebagai investasi, meskipun fakta menunjukkan pendekatan ini tidak mungkin dapat membantu mereka meraih imbal hasil yang diharapkan.

Selain itu, survei juga mengungkap bahwa investor menganggap dana tunai (72%) dan emas (67%) sebagai metode perlindungan terbaik untuk menghadapi kejadian yang tidak diharapkan, sementara alternatif lainnya tidak begitu diminati.

“Dalam kondisi pasar seperti apapun, walaupun ketika pasar kelihatannya tidak menguntungkan, investor disarankan untuk tetap melakukan investasi pada beragam portofolio daripada hanya menyimpan dananya di tabungan atau deposito, ungkap Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Legowo Kusumonegoro dalam rilisnya, Selasa (16/2/16).

Karena pada akhirnya, imbuh Legowo, investor tetap membutuhkan perencanaan keuangan yang menyeluruh, yang mencakup pengelolaan pengeluaran harian, memiliki portofolio investasi yang terdiversifikasi, serta tujuan keuangan yang lebih terarah, agar keuangan mereka dapat lebih terjamin dalam jangka panjang.

“Kita harus menyadari bahwa anak-anak kita meniru dan belajar dari perilaku keuangan orang tuanya. Untuk menghindari terulangnya kesalahan pengelolaan keuangan, maka pendidikan keuangan harus dilakukan di setiap keluarga. Orang tua harus harus berusaha untuk menaikkan tingkat kecerdasan finansialnya dan menerapkannya dalam gaya hidup mereka agar kekayaan rumah tangga dapat lebih meningkat dan pada saat yang sama orang tua bisa menjadi teladan bagi anak-anak mereka dalam pengelolaan keuangan yang baik,” papar Legowo. (rilis)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI