Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBale KBBKang Darus Beri Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ke Siswa SMK

Kang Darus Beri Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ke Siswa SMK

Anggota MPR RI H. Dadang Rusdiana, SE, M.Si saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMKN 1 Cipatat, Kab.Bandung Barat, Selasa (18/4). ist
Anggota MPR RI H. Dadang Rusdiana, SE, M.Si saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMKN 1 Cipatat, Kab.Bandung Barat, Selasa (18/4). ist

CIPATAT – Negara ini didirikan oleh semua golongan, berbagai etnis, suku bangsa yang menunjukan kebhinekaan. Semua sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara.

“Jadi, Pancasila adalah perjanjian luhur bangsa ini, cita-cita bersama dan kesadaran kolektif bangsa agar bergerak sejalan dan seiring menuju masa depan bangsa yang sejahtera lahir dan bathin, berkendaraan perahu besar yang kita namakan NKRI,” terang anggota MPR RI H. Dadang Rusdiana, SE, M.Si saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMKN 1 Cipatat, Kab.Bandung Barat, Selasa (18/4/16).

Anggota Komisi X DPR RI ini menunjuk contoh, konflik-konflik yang pernah terjadi seperti pembakaran masjid di Tolikara, pembakaran gereja di Aceh Singkil, konflik Sunni-Syiah di Sampang, pengusiran warga Ahmadiyah oleh non Ahmadiyah, tidak boleh terulang kembali di negeri yang kita cintai ini. UUD 1945 menjamin bahwa negara akan melindungi keragaman dalam berpendapat maupun keyakinan. Di Negara Pancasila ini tidak boleh siapapun memaksakan keyakinannya pada orang lain atas dasar apapun, apalagi dengan cara kekerasan.

“Apalagi Indonesia dengan penduduk muslim terbanyak harus mampu menunjukan kesuritauladanan bahwa Islam adalah rohmatan lil alamin. Kerukunan antar umat beragama, toleransi dan saling menghormati adalah menunjukkan kedalaman agama seseorang,” tandas Kang Darus, sapaan Dadang Rusdiana.

Darus menambahkan revolusi mental yang dikedepankan dalam pemerintahan Jokowi tentu harus terjabarkan dengan baik. “Bagaimana pembinaan ahlak di kalangan pelajar, disiplin dan kerja keras harus senantiasa ditanamkan menghadapi persaingan antar bangsa, terutama dalam konteks Masyarakat Ekonomi Asean harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh,” pesannya kepada ratusan pelajar SMKN 1 Cipatat.

Demikian juga pelajar SMK diharapkan mampu menjabarkan nilai-nilai unggul bangsa ini melalui belajar yang sungguh-sungguh dan mampu menerapkan ilmu-ilmu kejuruan untuk membuat masyarakat lebih maju.

“Kabupaten Bandung Barat yang berdiri pada tahun 2007, tentu membutuhkan tenaga-tenaga muda yang terampil sekaligus berahlak mulia agar mampu sejajar dengan daerah kabupaten/kota lainnya yg telah lama berdiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, imbuh Darus, dalam upaya meningkatkan daya saing diharapkan para pelajar senantiasa memiliki positive thinking, mengembangkan hubungan yang saling mempercayai satu sama lain, jujur, bekerja keras dan disiplin

Menanggapi pertanyaan dari salah seorang siswa SMKN 1 Cipatat, terkait perilaku anggota DPR yang tidak pantas sebagaimana terlihat di media massa, Darus menjelaskan perilaku menyimpang dari aturan selalu ada di lini manapun. Entah itu di DPR, di eksekutif pada semua tingkatan maupun pada masyarakat biasa.

“Maka saya mengajak agar semuanya kembali kepada nilai-nilai moral. Pemimpin-pemimpin yang tidak punya tanggung dan berperilaku tidak baik seperti korupsi, terlibat narkoba dan lain-lain itu lahir dari rahim masyarakat yang tidak bermoral juga. Para pemilih yang tidak cerdas dan cenderung transaksional, pasti memilih pemimpin yang minus, karena yang dipikirkan adalah uangnya bukan integritasnya,” bebernya.

Oleh karena itu, pesan Darus, moralitas keagamaan harus didalami oleh semuanya, baik warga biasa maupun para pejabat, agar negara ini lebih berkah. [iwa]

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI