Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBale BandungKejati Jabar Tahan Kacab Insurance Bandung

Kejati Jabar Tahan Kacab Insurance Bandung

BANDUNG, Balebandung.com – Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) melakukan penahanan kepada M.T, mantan Kepala Cabang PT. Berdikari Insurance Cabang Bandung, terkait dugaan korupsi PT Pos Fin Indonesia.

Kasipenkum Kejati Jabar Dody Gazali Emil menjelaskan, penahanan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajati Jabar No: Print-968/M.2/Fd.1/09/2021 tanggal 28 September 2021.

Tersangka M.T diduga melakukan perbuatan melawan hukum yaitu mark up dalam pembayaran premi asuransi sehingga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 2.8 miliar.

“Penyidik Kejati dari Bidang Pidsus, menahan tersangka MT. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan,” jelas Kasipenkum Kejati Jabar, Dody Gazali Emil, Rabu, (29/9/21). Untuk penahanan, dilakukan hingga tanggal 17 Oktober 2021.

“Terhitung hari ini ditahan, dan dititipkan di Rutan Polrestabes Bandung, berdasarkan Surat Perintah Penahanan (tingkat Penyidikan) T-2 Nomor: Print-970/M.2.1/Fd.1/09/2021 tanggal 28 September 2021 dengan Dasar Penahanan Pasal 21 ayat (1) KUHAP,” imbuh Kasipenkum.

Kronologi kasus dugaan korupsi yang menjerat M.T sendiri yakni terkait penggunaan keuangan secara tidak sah di PT Pos Finansial Indonesia selaku anak perusahaan dari PT Pos Indonesia.

Pada tahun 2018 s/d 2020, adanya dugaan penyimpangan penggunaan keuangan yang dilakukan oleh Direktur PT. POSFIN (Sdr. S) dan Manager Keuangan dan Akutansi PT. POSFIN (Sdr. R.D.C) adalah sekurang-kurangnya sebesar Rp 52.612.200.000.

“Jadi, pembayaran premi sertifikat penjaminan pembayaran kepada PT Berdikari Insurance melalui Brooker PT Caraka Mulia yang ternyata dimark-up dan dibatalkan oleh PT Berdikari Insurance sebesar Rp 2.812.800.000,” ungkap Dody Gazali Emil.

Modus operandi yang dilakukan yakni mark-up sebesar Rp 2,8 miliar atas pembayaran Premi Asuransi penjaminan untuk tertanggung PT Biometrik Kharisma Utama (PT BKU) atas proyek kerjasama antara PT BKU dengan PT POSFIN yang pembayarannya dibebankan pada PT POSFIN.

Kasipenkum menambahkan, pembayaran Premi Asuransi kepada PT Berdikari Insurance melalui Broker Asuransi PT Caraka Mulia sebesar Rp 2,8 miliar, dan selanjutnya oleh Kepala Cabang PT Caraka Mulia ditransfer ke rekening pribadi tersangka M.T dan dua orang rekannya dari PT Berdikari Insurance sebesar Rp 871 juta. Akan tetapi yang disetorkan oleh tersangka sebagai premi resmi ke rekening PT Berdikari Insurance hanya sebesar Rp 391 juta;

“Sisa uang dari Rp 2,8 miliar yang dikeluarkan PT POSFIN tersebut setelah dikurangi premi resmi yang diterima PT Berdikari dibagi-bagi oleh beberapa orang termasuk Tersangka M.T yang mendapat bagian sebesar Rp 260 juta dan Tersangka R.D.C mendapat bagian Rp 222 juta,” jelasnya.

Tersangka M.T dijerat Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI