Bale JabarOlahraga

Kinerja PB PON 2016 Akan Dikawal Tim Pengawas dari KONI Pusat

Logo PON 2016BANDUNG – Tim Pengawas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat siap mengawal seluruh bidang yang terlibat di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat, September dan Oktober mendatang.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi antara Tim Pengawas KONI Pusat bersama tiga bidang PB PON di KONI Pusat Senayan Jakarta. Ketiga Bidang PB PON XIX dan Peparnas XV Jabar yang hadir tersebut adalah Bidang Penyiaran dan Pelayanan Media (PPM), Pemasaran Dana dan Usaha (PDU), serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Setelah mendengarkan dan melihat semua persiapan dan program yang dipaparkan, kami sangat yakin kalau tuan rumah Jawa Barat sangat siap untuk menggelar PON nanti. Semua yang dipaparkan sangat memenuhi yang kita harapkan layaknya pergelaran multievent. Kami sebagai tim pengawas siap mengawalnya dan akan terus memberikan masukan-masukan agar apa yang diinginkan oleh ketua umum PB PON bisa terpenuhi,” ujar Ketua Tim Pengawas K Inugroho.

Pertemuan berlangsung selama tiga jam dari pukul 10.00 hingga pukul 13. 00 WIB. Dari KONI Pusat diwakili langsung K. Inugroho dan jajarannya. Media centre menjadi bahasan utama dalam pertemuan itu. Bidang PPM memaparkan semua rencana serta program  yang akan dilaksanakan pada saat event berlangsung, mulai dari lokasi media centre hingga fasilitas untuk para jurnalis.

Rancangan media center digambarkan dalam slide dan memberikan keyakinan kepada tim pengawas dari KONI Pusat. Dalam penjelasannya, Bidang PPM  berencana menyebarkan para media officer ke seluruh venue yang akan menjadi tempat pertandingan maupun lomba.

Ada tiga jenis media centre yang tengah dirancang untuk menjadi fasilitator pemberitaan. Pertama, Media Centre Utama (MCU). MCU ditetapkan di Luxury Hotel Trans di Jalan Gatot Subroto Kota Bandung dan akan mulai beraktivitas pada 13 September. Kedua, Media Centre Menengah (MCM) yang akan dibuat di Stadion Si jalak Harupat dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)  dan akan dioperasikan pada awal September. Sementara yang  ketiga adalah  Media Centre Kecil (MCK). MCK akan disebarkan di seluruh venue di 16 kota/kabupaten yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan.

Selain fasilitas, bidang PPM pun telah menyiapkan sejumlah tenaga sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi pemandu para wartawan di masing-masing venue. Mereka adalah manajer media centre, staf, office boy sampai petugas keamanan.

Inugroho mengaku terkesan dengan apa yang dipaparkan ketiga bidang di PB PON dan Peparnas Jawa Barat itu. Bahkan, Tim Pengawas siap terjun langsung guna mematangkan dan memberikan support sekaligus peninjauan sebulan sebelum PON digelar.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan ada beberapa venue yang kabarnya akan dibangun media center dengan sistem portabel. Bahkan, katanya,  di sekitar arena pertandingan  cabang olahraga panahan, softbol dan baseball yang akan digelar di samping si Jalak Harupat,  belum ada bangunan yang memungkinkan dibangun untuk media center.

“Kabarnya akan dibuatkan sistem portabel, ini juga harus kita tinjau untuk kelayakannya. Yang pasti, semua venue harus ada media centre dan itu harus berdekatan. Kalau pihak PB PON akan menyediakannya itu sangat bagus. Kita hanya memberikan masukan. Jadi bukan political will saja, tapi harus ada political action untuk memperhatikan fasilitas yang kurang dan belum masuk perencanaan,” ujar Inugroho.[bar]

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close