Bale JabarGaya HidupKesehatan

Komisi IX DPR Desak BPOM Uji Klinik Rokok Elektrik

Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Sustiawan
Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Sustiawan. by XV/bbcom

BANDUNG – Komisi IX DPR-RI mendesak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan uji klinik rokok elektrik. Upaya ini untuk mengetahui apakah mengandung bahan kimia berbahaya atau bahkan narkoba.

Desakan untuk menguji klinik terhadap rokok elektrik “Vaporizer” atau vape, sebab diduga terdapat zat kimia berbahaya yang beredar di pasaran dan narkoba jenis baru yang belum terdata dalam Undang-undang Narkotika.

“Saya kira pasti proses, Badan POM harus segera melakukan uji klinik terhadap vaping ini sehingga ada keputusan yang jelas ini zat berbahaya atau jenis narkotika apa bukan?” kata anggota Komisi IX DPR RI Ketut Sustiawan kepada wartawan di Hotel Horison Bandung, Minggu (5/2/17).

Menurut Ketut uji klinik perlu dilakukan karena rokok elektrik atau vape ini disinyalir lebih berbahaya dari pada tembakau biasa. “Karena liquid atau carian yang digunakan itu jelas adalah bahan kimia.” sebut dia

Pentingnya hasil uji klinik, imbuh Ketut, untuk mengetahui apakah peredaran rokok elektrik harus diberhentikan, atau mengeluarkan izin terbatas. Dia menambahkan bila harus dibatasi peredaran vape, maka akan ada pajak cukai.

“Kalau memang berbahaya itu akan dilarang. Kalau masih bisa diedarkan, kita punya undang undang tentang cukai. Bahwa setiap barang atau makanan yang dilarang atau yang perdaganganya dibatasi itu ada pajak cukainya,” terang Ketut.

Selain desakan kepada BPOM, Komisi IX DPR RI pun akan mengadakan rapat untuk menentukan regulasi peredaran rokok elektrik. Dia mengakui bebasnya peredaran Vaporizer lantaran belum ada regulasi yang mengatur.

“Memang belum ada aturannya sehingga ini perlu ada regulasinya, apakah dilarang atau izinnya terbatas,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini. Komisi IX, kata Ketut, kini tengah memantau peredaran obat-obatan termasuk vape di pasaran.

“Saya kira kita akan proses karena di Komisi IX ada Panja yang bergerak di bidang peredaran obat dan vaksin, yang sedang bekerja melihat peredaran obat termasuk vape ini,” pungkasnya.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close