Bale Kab Bandung

Komisi IX DPR RI Dukung Program Bangga Kencana BKKBN

Staf ahli anggota Komisi IX DPR RI, dr Budi Setiawan Joemhur menyerahkan secara simbolis bantuan APD dan sembako kepada perwakilan tenaga kesehatan dan mas yarakat di Graha Berkah Sadaya Kec Baleendah Kab Bandung, Rabu (10/6/20). by iwa/bbcom

BALEENDAH, Balebandung.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Program Bangga Kencana, di Graha Berkah Sadaya Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (10/6/20).

Kegiatan ini bertujuan agar berbagai program KB terutama program pengendalian kehamilan dapat tetap berjalan dengan baik, terlebih di tengah pandemi virus corona yang menganjurkan untuk tetap di rumah.

Staf ahli anggota Komisi IX DPR RI dr Adang Sudrajat, dr Budi Setiawan Joemhur mengatakan, Komisi IX ingin memastikan masyarakat terutama di daerah pemilihan (dapil)-nya dapat tercover oleh berbagai program yang sangat bagus dari BKKBN.

Selain itu, sebagai wakil rakyat, anggota DPR RI maupun DPRD berkewajiban untuk turun ke masyarakat untuk mengawasi berbagai program yang dilakukan oleh mitra kerjanya dapat berjalan dengan baik.

“Komisi IX DPR men-support dan mengawasi pemerintah agar semua program ini berjalan dengan baik. Tidak hanya ditingkat nasional, tapi harus berjalan baik hingga tingkat RT/RW selama pandemi ini,” kata Budi.

Ia mengatakan anggaran untuk penanganan pandemi virus corona itu cukup besar. Sehingga, DPRRI memiliki kewajiban untuk memastikan berbagai program tersebut berjalan dengan baik. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mengamankan kebijakannya dalam hal penanganan pandemi ini.

“Sampai dengan saat ini DPR RI terus men-support apa yang dilakukan pemerintah selama itu berjalan dengan baik. Namun kami juga tetap mengkritisi pemerintah jika dirasa ada hal yang harus dikoreksi,” tandas Budi.

Menurutnya, penanganan pandemi virus corona yang dilakukan pemerintah sudah berjalan dengan baik, kendati angka penganganan kasus Covid-19 masih terus meningkat.

“Karena memang penanganan Covid-19 bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, melainkan juga kewajiban masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-harinya,” kata Budi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Bandung, Muhamad Hairun mengatakan, selama pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat stay at home, dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap reproduksi wanita. Sehingga angka kehamilan dan kelahiran meningkat.

Untuk mencegah meningkatnya kehamilan dan kelahiran, kata Hairun, tentunya penggunaan berbagai alat kontrasepsi jadi bagian penting dalam kehidupan rumah tanggga masyarakat, terutama kelompok masyarakat usia subur.

Hairun mengakui untuk pemasangan alat kontrasepsi IUD ada pembatasan. Karena protokol kesehatan dan masyarakatnya atau calon akseptornya juga menurun selama pandemi ini. Tapi menurutnya masyarakat usia subur ini terus diingatkan untuk tetap menunda kehamilan.

“Kemudian selama pandemi ini masyarakat usia subur ini harus terus diberikan sosialisasi soal alat kontrasepsi yang mudah dijangkau seperti penggunaan suntik, pil KB, kondom dan juga implan. Jadi, selama ini kami tetap gencar melakukan sosialisasi,” kata Hairun.

Menurutnya pencegahan penyebaran Covid-19 sangat penting. Namun demikian, tukas Hairun, pengendalian kehamilan dan kelahiran juga tak kalah penting. Karena jika tidak dikendalikan bisa mengakibatkan terjadinya ledakan penduduk. Hal tersebut harus terus dicegah dan dihindari. Kemudian, setelah memasuki Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) atau new normal, pihaknya akan menggenjot program 1 Juta IUD.

“Virus corona memang harus negatif, tapi ibu-ibu juga harus negatif. Selama pandemi ini harus bisa menunda kehamilan dulu. Memang dari Januari hingga saat ini tidak ada laporan peningkatan yang signifikan angka kehamilan itu, tapi tetap saja harus diwaspadai dan dikendalikan. Karena bisa saja pada bulan berikutnya meningkat,” jelasnya.

Hairun menambahkan, selain melakukan sosialisasi, untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi virus corona ini, BKKBN juga menggelar bakti sosial. Yakni berupa pembagian 500 paket sembako kepada para akseptor dan calon akseptor KB. Kemudian juga memberikan bantuan berupa Alat Perlindungan Diri (APD) untuk para tenaga medis di Puskesmas Pameungpeuk Kabupaten Bandung.

“Pandemi corona ini memang menyebabkan perekonomian masyarakat terganggu. Jadi, kegiatan ini juga dibarengi dengan bantuan sembako untuk masyarkat yang membutuhkan,” imbuhnya.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close