Bale Bandung

Launching Gerai Bursa Kerja Disnaker, Kang DS: GBK Bakal Tersebar di 31 Kecamatan

×

Launching Gerai Bursa Kerja Disnaker, Kang DS: GBK Bakal Tersebar di 31 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat launching GBK Bedas Digital di MPP Soreang, Kamis (8/1/26)

SOREANG, balebandung.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung meluncurkan inovasi Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital, di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (8/1/2026).

Bupati Bandung Dadang Supriatna yang me-launching GBK ini mengatakan GBK Bedas Digital menjadi salah satu solusi untuk mengatasi dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung.

“Gerai Bursa Kerja Bedas Digital ini adalah jawaban, solusi untuk mengurangi angka pengangguran,” kata Bupati Bandung dalam sambutannya.

Bupati menyatakan GBK ini pun nantinya akan disebar di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung. “Jadi, bagi warga yang akan mencari kerja, cukup datang ke kantor kecamatan masing-masing,” jelas bupati yang akrab disapa Kang DS ini.

Untuk sementara pembukaan GBK Bedas Digital ini baru digelar di 8 kecamatan dulu karena berkaitan dengan APBD 2026. “Tapi saya berharap bila perlu di 31 kecamatan kita buka GBK Bedas Digital,” ucapnya.

Sesuai janji politiknya, bupati mengatakan, Pemkab Bandung berencana setiap tahun itu menyediakan 10 ribu lapangan pekerjaan.

“Realisasi tahun 2025 kemarin, Pemkab Bandung insya Allah sudah lebih dari 20.000 menyediakan lapangan pekerjaan. Itu berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik),” ungkap Kang DS.

Menurutnya, hal itu berdasarkan hasil kinerja dan program-program yang digelar, mulai dari Job Fair Spirit Bedas maupun program lainnya, sehingga akumulasinya kurang lebih mencapai 20 ribu lapangan kerja.

“Sementara angka pengangguran kita di angka 6,2 persen dari usia produktif di angka 1,8 juta jiwa atau kurang lebih diangka 230 ribu orang. Sehingga kami punya rencana per tahun 10.000 lapangan pekerjaan,” beber Kang DS.

Menurutnya, kalau 230 ribu orang angka pengangguran ini ditangani melalui program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga bisa mempercepat pengurangan angka pengangguran.

Baca Juga  Polresta Bandung Bekuk Dua Pelaku Curat Spesialis Kios Sembako

“Saya meyakini angka pengangguran itu setiap tahunnya tidak nol. Karena usia produktif masih banyak yang malas dan tidak ingin bekerja. Setiap tahun lulusan sekolah yang menjadi penambah angka pengangguran. Yang namanya pengangguran itu tidak akan habis,” ungkapnya.

Kang DS pun berharap ke depan yang diundang dan dihadirkan dalam kegiatan ini tidak hanya dari para pelaku usaha industri, dari pelaku usaha pertanian juga bisa dihadirkan.

“Jangan selalu ingin bekerja di pabrik. Tapi bagaimana kita bisa menjadi pengusaha atau pelaku usaha, karena dengan jadi pengusaha bisa membuka lapangan kerja atau memberikan kesempatan kerja,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara mengatakan transformasi digital layanan ketenagakerjaan merupakan kebutuhan strategis dalam menjawab dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.

“Kabupaten Bandung memiliki potensi tenaga kerja yang besar, namun masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan akses informasi lowongan kerja. Proses rekrutmen yang belum sepenuhnya terintegrasi, serta belum optimalnya pemanfaatan data pasar kerja sebagai dasar perencanaan ketenagakerjaan daerah,” tutur Dadang Komara yang akrab disapa Dakom ini.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, kata Dakom, Disnaker Kabupaten Bandung mengembangkan GBK Bedas Digital sebagai layanan ketenagakerjaan terpadu berbasis wilayah dan teknologi digital.

“GBK Bedas Digital dirancang sebagai one stop digital employment corner yang mengintegrasikan layanan pencarian kerja, dunia usaha dan industri, lembaga pelatihan kerja, serta pemerintah daerah dalam satu ekosistem layanan yang inklusif, adaptif, dan berbasis data,” ujarnya.

Dadang Komara mengatakan pelaksanaan launching GBK Bedas Digital menjadi penanda resmi dimulainya operasional layanan, sekaligus sarana sosialisasi kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpusat di MPP Soreang dan secara serentak di 8 kecamatan wilayah pembangunan, sebagai tahap awal implementasi layanan berbasis wilayah.

Baca Juga  Musrenbang RPJMD 2025-2029, Kang DS : Masukan Masyarakat Kunci Pembangunan Kab Bandung yang Lebih Bedas

Disnaker juga telah melakukan uji coba dan sosialisasi pemanfaatan aplikasi dashnaker+ sebagai sistem utama layanan dan data ketenagakerjaan daerah.

Berdasarkan hasil pengelolaan data informasi pasar kerja dan kegiatan rekrutmen, lanjut Dakom, GBK Bedas Digital memiliki potensi yang signifikan, dengan keterlibatan ratusan perusahaan mitra, ribuan lowongan kerja yang tersedia, serta puluhan ribu pencari kerja yang terdaftar.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa GBK Bedas Digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana layanan, GBK Bedas Digital telah menunjukkan capaian dan potensi yang signifikan, antara lain keterlibatan sekitar 300 perusahaan mitra, ketersediaan lebih dari 4.500 posisi kerja, serta terdaftarnya sekitar 15 ribu pencari kerja,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, layanan ini berpotensi menjangkau lebih dari 5.000 peserta job fair dan pelatihan kerja per tahun, dengan cakupan wilayah layanan di 31 kecamatan dan tahun ini fokus ke 8 kecamatan (Banjaran, Katapang, Dayeuhkolot, Baleendah, Majalaya, Solokanjeruk, Rancaekek, Cileunyi)

“Untuk capaian tersebut menegaskan GBK Bedas Digital sebagai instrumen strategis penyedia data pasar kerja yang valid dan real,” ucapnya.

Dakom mengatakan dengan menggelar kegiatan GBK Bedas Digital tahun 2026 ini, dengan peluang kerja 43.950 lowongan pekerjaan bagi lulusan SMP, SMA, SMK dan lulusan Perguruan Tinggi. Saat ini, diikuti 15 perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan.

“Keberhasilan GBK Bedas Digital ditentukan oleh sinergi berkelanjutan antara Dinas Ketenagakerjaan dan pemerintah kecamatan, melalui pengembangan pojok digital ketenagakerjaan di kecamatan,” katanya.

Kadisnaker berharap layanan GBK Bedas Digital diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, mudah diakses, dan mampu menjangkau pencari kerja hingga tingkat wilayah.

“Sejalan dengan arahan Bapak Bupati Bandung, Disnaker berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah, mengoptimalkan pemanfaatan dashnaker+, memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga pelatihan, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan dan dampak nyata layanan ini,” ungkap Dakom. ***

Baca Juga  Jajaran Polres Bandung Hadiri Upacara HUT TNI ke-72 di Mako Yonif 330

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *