Rabu, Juli 6, 2022
BerandaBale Kota BandungMeski Belum Populer, Daging Beku Lebih Higienis

Meski Belum Populer, Daging Beku Lebih Higienis

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendampingi Mendag Enggartiasto Lukito saat survei harga sembako di Pasar Kosambi Kota Bandung, Jumat (5/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendampingi Mendag Enggartiasto Lukito saat survei harga sembako di Pasar Kosambi Kota Bandung, Jumat (5/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung

CICADAS – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menginstruksikan PD Pasar Bermartabat untuk mengedukasi masyarakat tentang pilihan konsumsi daging sapi beku dalam kemasan. Selama ini, ia melihat masyarakat masih enggan mengkonsumsi daging beku karena kurangnya pengetahuan.

“Konsumen tidak terlalu suka daging beku, bukan karena daging beku bermasalah, tetapi karena kurang edukasi bahwa ternyata justru daging beku itu lebih higienis, harga lebih murah. Tapi ternyata pengetahuan ini belum sampai,” ungkap Ridwan usai mendampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito saat survei harga sembako di Pasar Kosambi Kota Bandung, Jumat (5/5/17).

Padahal menurutnya para penjual daging sapi di Pasar Kosambi juga sudah siap menjual daging beku yang dipasarkan oleh Bulog. Mereka telah memiliki alat pendingin di kiosnya masing-masing untuk media penyimpanan.

Hal itu pula yang ditekankan Menteri Enggartiasto saat kunjungan tersebut. Daging beku masih menempati urutan kedua setelah daging segar. Menurut menteri pun daging beku sebetulnya lebih higienis.

Mendag menyebutkan, saat ini masyarakat perlu pemahaman bahwa mereka memiliki pilihan baru dalam mengkonsumsi daging sapi. Tidak hanya ada daging segar, tetapi ada pula daging beku. Sayangnya daging beku ini belum populer di masyarakat.

“Sementara ini masyarakat masih menganggap bahwa daging beku itu kurang manis dan sebagainya. Padahal daging beku itu lebih higienis. Tapi biar masyarakat memilih bahwa kualitas yang bagus itu ada pilihan,” tuturnya.

Selain lebih higienis, harga daging beku juga relatif lebih murah. Menteri menyebut harganya bisa turun dengan harga maksimal Rp80.000. Dengan begitu, masyarakat lebih punya pilihan konsumsi daging sapi.

Di sisi lain, kondisi pasokan daging sapi untuk seluruh wilayah Kota Bandung dinyatakan aman oleh Enggartiasto. Hingga empat bulan ke depan, warga tak perlu khawatir kekurangan stok daging sapi.

“Jangan ada kekhawatiran, karena kita semua bersama-sama Pak Wali dan Kadisperindag punya tim pengendalian pangan. Mereka akan mengawasi betul-betul, jika ada upaya spekulasi menahan stok pasti kita tindak,” pesannya.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI