Selasa, November 29, 2022
BerandaBale BandungMusim Hujan Langkah Strategis Untuk Menanam Pohon

Musim Hujan Langkah Strategis Untuk Menanam Pohon

NAGREG,balebandung.com – Tokoh Pemuda Kecamatan Nagreg Andry Rahayu mengungkapkan bahwa pada musim hujan ini merupakan kesempatan untuk melaksanakan gerakan penanaman pohon di lahan kritis atau minim pohon tegakan.

“Penanaman pohon pun lebih tepat dilaksanakan di lahan yang rawan terjadi gerakan tanah dan longsor,” kata Andry kepada wartawan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (14/11/2022).

Ia mengungkapkan penanaman pohon merupakan langkah strategis disaat memasuki musim hujan. “Jangan sampai penanaman pohon dilaksanakan disaat musim kemarau. Mumpung saat ini masih turun hujan, dan puncak hujan diperkirakan hingga Januari sampai Februari 2023 mendatang,” kata Andry.

Ia juga berharap kepada perangkat desa untuk menyiapkan anggaran khusus dalam penyediaan bibit pohon, baik pohon produktif maupun pohon keras.
“Supaya disaat musim hujan, masing-masing desa bisa melaksanakan gerakan penghijauan dengan melibatkan masyarakat setempat,” kata Andry, mantan Kepala Desa Citaman Kecamatan Nagreg ini.

Dikatakannya, perangkat desa bisa menyiapkan anggaran untuk penghijauan itu, karena bibit pohon bisa dibeli di lapangan. “Yang penting ada anggaran khusus untuk membeli bibit pohon. Nanti dalam proses penanamannya bisa melibatkan masyarakat setempat,” katanya.

Andry mengatakan dengan adanya kejadian longsor maupun pergerakan tanah bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Nagreg. Termasuk disaat adanya banjir disaat turun hujan deras.

“Untuk mengantisipasi ancaman longsor, pergerakan tanah dan banjir, bisa diminimalisir melalui upaya penanaman pohon,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman pohon banyak manfaatnya, selain dapat mengikat tanah dari ancaman erosi, juga dapat menyerap air hujan.

“Penanaman pohon merupakan bagian dari gerakan menghijaukan lahan. Memang tanam pohon tak bisa dirasakan langsung, melainkan manfaatnya dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun kedepan,” tuturnya.

Andry menyebutkan di Kecamatan Nagreg masih banyak lahan kritis, terutama bekas galian C. Bekas lokasi galian C itu harus dihijaukan untuk menghindari ancaman longsor.

“Termasuk hutan lindung juga harus dihijaukan, dalam upaya mengurangi ancaman banjir,” katanya.***

BERITA LAINYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI