Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBale Kota BandungNih, 4 Pilar Perubahan Versi Ridwan Kamil

Nih, 4 Pilar Perubahan Versi Ridwan Kamil

Wali Kota Bandung Ridwan Kami saat "Ngariung Sareng Komunitas Bandung" di Tjendana Bistro,  Sukajadi, Jumat (26/2). by Primanda Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kami saat “Ngariung Sareng Komunitas Bandung” di Tjendana Bistro, Sukajadi, Jumat (26/2). by Primanda Humas Pemkot Bandung

SUKAJADI – Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mengungkapkan Kota Bandung mendapatkan berkah bonus demografi, lebih dari setengah populasinya didominasi angkatan muda. Secara statistik angkatan di bawah 40 tahun lebih dari 60%.

“Itulah kenapa pemuda sebagai mayoritas harus kompak menyuarakan aspirasinya untuk mempunyai kekuatan menentukan arah negeri ini,” ucap walikota saat “Kang Emil Ngariung Sareng Komunitas Bandung” bersama puluhan komunitas dari berbagai hobi dan minat, di Tjendana Bistro, Jl. Sukajadi, Jumat (26/2/16).

Pada kesempatan itu Ridwan memotivasi anak-anak muda Bandung untuk lakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat dengan cara berkomunitas. “Anak muda Bandung itu harus disibukkan kegiatan positif. Kehadiran komunitas-komunitas ini menyalurkan aspirasi untuk lebih berguna sibuk ke dalam kebermanfaatan yang positif, bisa bermanfaat seperti dalam bidang lingkungan, ekonomi, sosial apapun itu yang penting ada indeks kebermanfaatan,” kata Emil.

Pemuda sebagai agen perubahan memiliki peran dan fungsi yang strategis untuk akselerasi perubahan pola pikir masyarakat. “Salah satu permasalahan terbesar kota ini disebabkan pola pikir, buang sampah sembarangan pelanggaran aturan, kami sebagai pemerintah hanya sanggup membawa seperempat perubahan,” ungkapnya.

Untuk mengakselerasi perubahan yang bisa mengubah Kota Bandung dibutuhkan empat kekuatan kelompok. “Salah besar apabila untuk membuat perubahan yang cepat Kota Bandung hanya mengandalkan pemerintah saja. Butuh kekompakan pemerintah dengan kekuatan politiknya, pebisnis dengan capital power, civil society organization, komunitas termasuk di dalamnya dengan social power-nya, media dengan information power yang memberitakan hal positif juga mengedukasi masyarakat,” tandas Emil.

Sebagai salah satu jaringan kota kreatif (Creative Cities Network) dalam Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization- UNESCO), ke depan Emil bakal menghadiahkan proyek-proyek untuk memfasilitasi berkembangnya komunitas.

“Akan dibangun Creative Center pertama di Indonesia di Jalan Laswi senilai Rp40 milIar, tempat anak-anak muda kumpul berdiskusi dengan fasilitas perpustakaan, studio seni, bioskop, cafe, design store untuk jualan hasil karya, ” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, “Kedua, kita akan membuat Inovation Center. Saya sudah siapkan untuk membeli 3D printer, mesin laser yang dapat memotong besi dan membeli mesin-mesin mahal lainnya untuk membuat prototipe apa saja di sana. Juga kita juga telah siapkan satu hektar untuk membuat pasar seni permanen di Jalan Jakarta agar seniman komunitas dapat menjual barang seni,” bebernya.

Dengan tangan terbuka Emil menawarkan apa yang bisa dibantu dirinya sebagai Wali Kota kepada komunitas Bandung, “Silahkan apa saja. Berikan aspirasinya untuk kebermanfaatan Kota Bandung. Apa yang bisa saya bantu sebagai walikota untuk komunitas. Karena saya sebelum menjadi walikota lahir dari komunitas,” tawarnya.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI