Bale Jabar

Oknum BPN Jabar Diduga Tetapkan Terlantar Lahan Perkebunan PT MPM

Kuasa hukum PT MPM Ariano Sitorus

BANDUNG, Balebandung.com – PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM), yang berlokasi di Kabupaten Cianjur, menduga ada penyelewengan jabatan yang dilakukan oleh oknum pegawai BPN Kantor Wilayah Jawa Barat.

Hal itu berkaitan dengan dikeluarkannya Surat No 2110/19-32.600/XII/2018, perihal Permohonan Informasi Tindak Lanjut Tanah Hak Guna Usaha PT.MPM yang telah mengusulkan penetapan tanah terlantar, pada tanggal 5 Desember 2018.

Dalam surat itu, dari tanah milik PT MPM seluas 1.020 hektar yang berada di Desa Batulawang, Desa Cibadak, Desa Sukanagali, Kabupaten Cianjur, 300 hektar diantaranya diusulkan sebagai tanah terlantar. Lebih dari itu tanah seluas 300 Ha dalam status hak quo.

Kuasa hukum PT MPM Ariano Sitorus menyatakan kliennya merasa dirugikan akan hal tersebut. “Klien kami, pemilik lahan merasa dirugikan. Dugaan kami kuat ada penyelewengan jabatan oleh oknum BPB Kanwil Jabar,” ungkap Ariano Sitorus kepada wartawan di Bandung, Senin (24/6/19).

Sebelum dikeluarkannya surat oleh BPN Kanwil Jabar, lanjut Ariano, pihaknya telah mendapat surat dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN No 368/23.3-700/1/2016, di Jakarta pada tanggal 25 Januari 2016. Dalam surat tersebut, lahan milik PT MPM itu belum ditetapkan sebagai tanah terlantar.

Ariano menanyakan soal keabsahan surat yang dikeluarkan oleh BPN Kanwil Jabar, yang malah menyebut, lahan milik PT MPM merupakam objek terlantar. “Dengan dikeluarkan surat dari BPN Kanwil Jabar, kita bisa saja kehilangan lahan 300 hektar, yang seharusnya milik kita,” sesalnya. Karena itu kliennya bakal melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jabar.***

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close