Bale Kab Bandung

Oknum Ketua RT Tega Bunuh Warganya Gegara Utang Rp300 Ribu

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan saat gelar perkara pembunuhan berencana, di Mapolsek Ciwidey Polresta Bandung, Senin (27/7/20). by aby/bbcom

CIWIDEY, Balebandung.com – Seorang oknum Ketua RT berinsial ES (43) alias Uco,k tega menghabisi warganya sendiri bernama Cece (91), warga Kampung Rancamulya, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan didampingi Kapolsek Ciwidey AKP Ivan Taufik mengatakan, kasus tersebut merupakan kasus pembunuhan berencana. Sebab tersangka dalam melakukan aksinya menghabisi korban, sudah menyiapkan alat berupa pisau dan tali tambang.

“Tersangka pada malam hari mendatangi korban yang sedang sendirian. Kemudian langsung melakukan aksinya sampai korban meninggal dunia. Tersangka, ingin mengambil harta atau uang korban. Tersangka ini ternyata seorang Ketua RT setempat. Sementara korban sendiri merupakan warganya. Mereka saling kenal,” ungkap  Hendra saat gelar perkara di Mapolsek Ciwidey Polresta Bandung, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, korban merupakan seorang tukang kredit yang suka meminjamkan uang kepada warga, namun tanpa meminta bunga kepada peminjam.

“Tersangka punya utang sebesar Rp 300 ribu kepada korban. Tersangka ini niatnya mau membicarakan soal utangnya. Tapi saat korban lengah kemudian dijerat menggunakan tali tambang yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Hendra menambahkan, setelah melakukan aksinya dan memastikan korbannya meninggal dunia, tersangka kemudian melarikan diri ke daerah Pangalengan Kabupaten Bandung dan Rancabuaya Kabupaten Garut.

Dalam waktu sepekan kemudian, Polresta dibantu Polda Jabar dan bekerja sama dengan Polsek Ciwidey berhasil menangkapnya di daerah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

“Uang korban yang diambil tersangka sebesar Rp 10,5 juta. Uangnya dipakai oleh tersangka untuk membeli handphone, tas, pakaian dan buat bayar penginapan,” beber Hendra.

Akibat tindakannya, tersangka dijerat Pasal 338 dan 340 dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau seumur hidup.

Kapolsek Ciwidey AKP Ivan Taufik menambahkan, saat akan ditangkap, tersangka melakukan perlawanan. Sehingga pihaknya terpaksa melakukan dua tembakan di bagian betis tersangka.

Menurutnya pada hari kejadian, dari keterangan beberapa saksi, saat waktu isya, korban masih ada dan melaksanakan Sholat Isya. Namun, pada waktu sholat subuh korban tidak kelihatan di masjid, karena ternyata korban sudah meninggal dunia.

“Korban orang baik bahkan ahli masjid. Setiap waktu korban ada salat di masjid. Walau suka meminjamkan uang, korban tidak pernah meminta bunga,” pungkasnya.

Dalam kejadian ini, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp5,7 juta, satu unit handphone, tali tambang, bukti pembayaran angsuran kredit motor, tas, pakaian dan baju yang dibeli dengan memakai uang korban. Selain itu ada juga pisau untuk memotong tali tambang, kaleng bekas kue kering dan pakaian korban. *** (Aby)

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close