Bale Kab Bandung

Paslon Bedas Bertekad Tambah Bantuan Pertanian Hingga Rp100 Miliar Pertahun

Cabup Bandung Dadang Supriatna saat bedialog dengan para petani di Desa Bojongkunci, Kec Pameungpeuk, Kab Bandung, Rabu (14/10/20). by bedas

PAMEUNGPEUK, Balebandung.com – Calon Bupati Bandung nomor urut 3, H.M. Dadang Supriatna bertekad menambah bantuan pertanian bagi para petani dari APBD Kabupaten Bandung jika pasangan calon Bedas Bersama Dadang-Sahrul) terpilih di Pilbup Bandung 9 Desember 2020. Tambahan bantuan pertanian akan diupayakan hingga mencapai Rp50 sampai 100 miliar pertahun, dari sebelumnya Rp10 miliar pertahun.

“Pemerintah memberikan bantuan APBD untuk pertanian di Kabupaten Bandung itu rata-rata sebesar Rp 10 miliar per tahun. Kita berharap ke depan, para petani mendapatkan bantuan APBD antara Rp 50 miliar sampai Rp 100 miliar per tahun,” kata Dadang Supriatna, saat bedialog dengan para petani di Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2020) malam.

Fokus penambahan anggaran pertanian itu menurutnya agar para petani semakin bergairah dalam meningkatkan produksi pertanian. Apalagi Kabupaten Bandung dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian di Jawa Barat. Untuk itu menurutnya sektor pertanian harus mendapat perhatian khusus.

Dengan adanya penambahan anggaran itu, kata Kang DS, sapaan Dadang Supriatna, maka bisa dimanfaatkan para petani untuk pengadaan pupuk maupun alat mesin pertanian. Selain untuk sarana dan prasarana pertanian dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.

Pada kesempatan itu Kang DS pun memotivasi para pemuda tani dalam pengembangan di bidang pertanian. Menurutnya jangan sampai para pemuda tani tidak tertarik di bidang pertanian.

“Saya berharap para pemuda ke depan tertarik di bidang pertanian. Supaya bidang pertanian menjadi daya tarik para  pemuda, maka ini harus dipikirkan bagaimana caranya bidang pertanian menguntungkan bagi mereka,” kata dia.

Kang DS yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan itu juga berharap untuk menciptakan pemuda tani itu melalui pendidikan dan pelatihan di bidang pertanian. Dengan begitu diharapkan pertanian menjadi sumber ekonomi yang potensial bagi para para pemuda tani.

“Kami juga berharap lahan pertanian jangan sampai dilakukan untuk pengembangan perumahan. Walaupun digunakan untuk pembangunan perumahan, harus ada lahan pengganti bagi pengembangan dalam bidang pertanian,” ungkapnya. Jika lahan pertanian terus menyempit, kata Kang DS, itu akan berdampak pada kebutuhan pangan untuk para petani.

“Kalau lahan pertanian terus berkurang, bagaimana untuk kebutuhan pangan kita. Makanya kita berusaha untuk mempertahankan lahan pertanian guna kelangsungan hidup masyarakat di Kabupaten Bandung,” tegasnya.

Perwakilan para petani di Desa Bojongkunci, Asep berharap pemerintah harus mempertahankan lahan pertanian abadi di Desa Bojongkunci.  “Saat ini lahan pertanian di Desa Bojongkunci hanya tersisa seluas 205 hektare,” kata Asep.

Menurutnya, berkurangnya lahan pertanian selain karena ada proyek normalisasi sungai, juga digunakan oleh pengembangan perumahan. Asep juga mengeluhkan persediaan pupuk di kios-kios sempat mengalami  kelangkaan, sehingga sempat menjadi persoalan bagi para petani saat mengolah lahan pertanian padi.

“Kami berharap apa yang menjadi keluhan para petani menjadi perhatian ke depan untuk Pak Dadang Supriatna sebagai calon Bupati Bandung,” ucap Asep. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close