Bale Kota BandungPeristiwa

Pelaku Bom Panci Sempat Dikejar Siswa SMA

Kapolrestabes Bandung Kompol Hendro Pandowo di lokasi meledaknya bom rakitan di lapangan olaraga Pandawa, Jl Pandawa, Kel Arjuna,Kec Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2). by ist
Kapolrestabes Bandung Kompol Hendro Pandowo di lokasi meledaknya bom rakitan di lapangan olaraga Pandawa, Jl Pandawa, Kel Arjuna,Kec Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2). by ist

CICENDO – Siswa SMAN 6 Kota Bandung mengaku mengejar pelaku bom panci dan yang ditembak Tim Gegana di Kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2/17).

Dua siswa kelas XI sekolah itu yakni, Syafii Nurhikman (16), Lupy Muhamadtollah (17), menceritakan kronologis meledaknya bom panci milik pelaku Yayat Chadiyat, pengejaran terhadap pelaku dari lokasi ledakan, hingga pelarian terakhir pelaku di Kantor Kelurahan Arjuna.

“Awalnya kita lagi olahraga di Lapangan Pandawa, sebelum berakhir saya melihat bapak yang pakai jaket itu lagi duduk di motor sama anak kecil lagi ngobrol. Nggak lama kemudian ada yang meledak.” ujar Syafii Nurhikam kepada wartawan, di sekitar lokasi kejadian.

Dia mengaku belum mengetahui benda yang meledak itu adalah bom. “Ada yang neriakin bom teroris, lalu saya kejar orangnya,” tuturnya.

Syafii meneruskan ceritanya, diduga panik diserbu oleh siswa dan masyarakat, pelaku lantas mengeluarkan pisau. “Dia keluarin pisau, sambil lari. Tujuannya belum tau, sampai akhirnya dia masuk ke kantor kelurahan,” kata Syafii.

Setibanya di kantor kelurahan, pelaku masuk ke dalam salah satu ruangan. “Setelah masuk dia sempat ancam, saya bilang lebih baik nyerahin diri, saya ajak duel buang dulu pisau,” ungkap remaja itu.

Pelaku kamudian menuju lantai dua ruangan kelurahan sambil terus membawa pisau dan ransel miliknya. Dia bilang “ayo!” sambil bawa pisau. “Terus ada yang nelepon polisi.” urainya.

Senada dengan temannya, saksi Lutfi Muhamadtollah (17) menceritakan sempat menyaksikan kronologis pelaku masuk ke dalam kantor intansi tersebut dan kronologis negosiasi polisi dengan pelaku.

“Ada orang yang ngumpet (sembunyi) di kolong meja ketakutan, ngga langsung keluar. Tersangka ke lantai dua, diam di atas. Terus datang polisi mau ke atas, eh si polisinya malah dilempar pakai kursi,” kata Lutfi.

Usai kurang lebih dua jam bernegosiasi, Polisi akhirnya melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Menurut Kapolda Jabar, tidak hanya senjata tajam, Yayat juga menggunakan senjata api jenis SS rakitan untuk melawan petugas. Setelah sempat dilarikan menuju Rumah Sakit Sartika Asih, pelaku akhirnya tewas dalam perjalanan.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close