Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBale KBBPemkab KBB Susun Masterplan Kawasan Geopark Rajamandala

Pemkab KBB Susun Masterplan Kawasan Geopark Rajamandala

NGAMPRAH, Balebandung.com- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana menyusun masterplan Geopark Rajamandala.

Rencananya, cetak biru tersebut akan disusun akhir tahun 2021 mendatang. Sebagai bentuk persyaratan yang diajukan ke tingkat nasional.

Adanya rencana penyusunan masterplan itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Heri Partomo saat ditemui di Ngamprah, Selasa (2/11).

Heri mengatakan, terkait pengembangan Geopark Rajamandala memang betul tengah disiapkan Pemkab Bandung Barat khususnya Disparbud.

“Saat ini kami tengah melakukan pengkajian yang dilakukan pihak ketiga guna menyusun masterplan kawasan Geopark Rajamandala,” katanya.

Ia berharap, penyusunan masterplan tersebut bisa rampung pada Desember 2021 dan saat laporan, pendahuluan sudah bisa disampaikan.

“Kemarin juga sudah diperoleh apa saja yang kita harapkan, kemudian dari temen-temen stakeholder di lapangan juga apa yang harus disediakan atau terkait kajian Geopark Rajamandala ini,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Heri menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian juga terkait Geoheritage di kawasan Goa Pawon atau Gunung Masigit dan itu sudah selesai.

Kemudian, Geoheritage itu ditindak lanjut dengan kajian kawasan Geopark Rajamandala yang meliputi 4 (empat) kecamatan yakni, Padalarang, Cipatat, Cipongkor dan Saguling.

“Kenapa ada empat kecamatan kita masukan, karena berdasarkan pengamatan atau pengetahuan kita, empat kecamatan inilah yang merupakan bagian dari kawasan Bandung Purba,” terangnya.

Ia menuturkan, di kawasan Goa Pawon sudah jelas ditemukan situs manusia purba. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat muncul informasi terkait temuan tulang belulang gajah di kawasan Saguling.

“Kemudian pada saat saya melakukan pengecekan ke kawasan Cukang Rahong, ternyata di situ juga merupakan satu kawasan Geopark juga kalau dilihat,” tuturnya.

Pasalnya, kawasan tersebut merupakan aliran Sungai Bandung Purba. Oleh sebab itu, pihaknya menetapkan kawasan Geopark di empat kecamatan tersebut.

“Kajian ini kita harapkan nantinya bisa melihat kawasan mana saja yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi penunjang kawasan Geopark Rajamandala untuk menjadi tujuan wisata,” ucapnya.

Dengan begit, Heri menambahkan bahwa akan ada inventarisir terkait daerah mana saja yang sudah berkembang menjadi tempat wisata.

“Selain itu, kita juga bisa melihat aset pemerintah desa (pemdes) yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi penunjang pariwisata,” pungkasnya.***(dr)

BERITA LAINYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI