Example
Bale Jabar

Pemprov Jabar Tes Masif COVID -19 Klaster HIPMI dan GBI Lembang

Petugas dari Labkesda Jabar mengambil saat swab test Klaster GBI Lembang di Kota Bandung, Minggu (29/3). by Humas Jabar

BANDUNG, Balebandung.com – Pemprov Jawa Barat memeriksa 160 anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dari enam kabupaten/kota di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Senin (30/3/20).

Ke-160 anggota itu merupakan peserta Musyawarah Daerah HIPMI di Kabupaten Karawang pada 9 Maret 2020 lalu yang diduga menjadi salah satu klaster penyebaran COVID-19 di Jabar.

Para anggota HIPMI berasal dari Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung,  wilayah Bekasi, serta Kabupaten Karawang. Mereka diperiksa dengan metode rapid test.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat M Yudhi K, tes ini dilakukan untuk memberikan kepastian pada anggota klaster HIPMI Karawang, termasuk ODP apakah terinfeksi atau tidak.

Hasil tes tidak diberikan pada perorangan tetapi kepada koordinator guna menghindari konsentrasi massa. “Jadi begitu diambil (darahnya) langsung mereka pulang, nanti diberitahukan via ketua organisasinya,” jelas Yudhi.

Dalam tes masif rapid test ini, ada lima tim yang diterjunkan masing- masing Dinas Kesehatan Provinsi dua tim, Rumah Sakit Kesehatan Kerja Provinsi Jabar, dan Klinik Sekretariat Daerah Provinsi Jabar sebanyak tiga tim.

Menurut Yudhi, setelah klaster HIPMI ini, esok akan ada lagi rapid test untuk orang-orang di lingkungan Pemprov Jabar yang kerjanya berisiko tinggi terpapar COVID-19 seperti Biro Humas dan Keprotokolan, Jabar Quick Response (JQR), serta mitra kerja dari Kelompok Kerja Wartawan Gedung Sate.  “Kemungkinan ada sekitar 200 orang yang akan mengikuti tes ini,” sebut Yudhi.

40 ODP Klaster GBI Lembang

Sehari sebelumnya Pemda Provinsi Jabar menggelar tes masif drive trough bagi orang dalam pemantauan (ODP) Klaster GBI Lembang Kabupaten Bandung Barat, di Kota Bandung.

Petugas Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jabar melakukan swab test dengan cara mengambil sampel dahak dan lendir tenggorokan hidung para ODP.

Menurut Penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Provinsi Jabar dr Ryan B Ristandi, Sp.PK., MMRS, yang menjadi target pemeriksaan adalah ODP yang menunjukkan gejala-gejala batuk, bersin, dan demam.

“Target kami 40 orang, per orang rata-rata membutuhkan waktu 3 menit pemeriksaan,” jelas dr Ryan.

Menurutnya, sejauh ini sudah ada 17 pasien dalam perawatan (PDP) berasal dari klaster ini dirawat di rumah sakit. Kepada 17 PDP itu, rumah sakit yang merawat melakukan swab test dan proses PCR (Polymerase Chain Reaction) dilakukan di Labkesda Jabar.

Kemudian, ada sekitar 800 orang yang memiliki kontak erat tapi tidak menampakkan gejala COVID-19. Kepada mereka, Labkesda Jabar dibantu alat dan SDM dari Dinas Kesehatan Kota Bandung akan memberlakukan rapid test yang akan dilakukan secara bertahap di tempat yang sama. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close