Bale Bandung

Pengembangan Pariwisata Melalui Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi

×

Pengembangan Pariwisata Melalui Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bandung H. Wawan A Ridwan saat mendampingi Bupati Bandung HM Dadang Supriatna di MIDEFest Majalaya, Minggu (4/12/2022)./foto arsip pemkab bandung/bbcom/

MAJALAYA,balebandung.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung H. Wawan A Ridwan menyatakan sesuai dengan arahan Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, kedepan akan menggelar berbagai event untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan Majalaya Ideas dan Culture Festival (MIDEFest) ke-2 bertajuk Sada Sora Majalaya yang dilaksanakan di Graha Sajabat Desa Majakerta Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung merupakan salah suatu trigger (pemicu) terjadinya event-event yang lebih besar,” kata Wawan didampingi Kabid Promosi dan Ekonomi Kreatif Vena Andriawan di sela-sela giat MIDEFest di Majalaya, Minggu (4/12/2022).

Tahun depan, lanjut Wawan, bahwa Disbudpar berencana bekerjasama dengan seluruh elemen atau unsur masyarakat di Majalaya area, untuk membuat even BEDAS CREATIVE FESTIVAL (BCF).

“Insya Allah, areanya di Majalaya, Solokanjeruk dan sekitarnya, dilaksanakan selama tiga hari. Konsep even ke depan adalah CBD Comunity based developement, jadi event dibuat dari aspirasi para komunitas dengan Para gen Y dan Z sebagai marketnya,” katanya.

Ia mengatakan, jika di setiap daerah itu punya event unggulan maka akan menarik berbagai investor untuk berkontribusi terhadap event-nya.

“Jadi sponsor itu, kalo event-nya sudah menarik, tidak lagi menunggu proposal. Tapi akan membuat sebuah kontrak kedepannya,” tutur Wawan.

Alhamdulillah Bupati Bandung kedepannya akan melakukan pembenahan aksesibilitas maupun amenitas, di antaranya Alun-alun Majalaya, Graha Sajabat, dan lain-lain. “Ini akan menunjang terhadap lancarnya sebuah event,” ujarnya.

Karena lancarnya event, tergantung dari tiga A, yakni aksesibilitas, amenitas dan atraksi. “Ketika berbicara event, aksesibilitasnya harus terjamin baik, sehingga memudahkan orang untuk sampai di tempat event.

Kemudian, imbuh Wawan, amenitas tempat eventnya, apakah suport atau tidak. Misalnya, areanya luas, tempat parkirnya luas, sarana ibadah dan toilet yang layak, tentunya yang tidak kalah penting adalah kesiapan tenant makanan dan minuman.

Satu lagi adalah atraksinya, apa yang ditawarkan di event tersebut. Event harus bisa menjadi one stop fun station, supaya bikin orang bahagia.

“Kedepan kita akan membuat event maupun workshop untuk membangkitkan wirausaha baru. Event itu salah satu industri kreatif. Kenapa? Karena butuh kreativitas dan inovasi yang tinggi supaya tidak menoton, karena event akan menyesuaikan dengan kondisi pasar yang ada,” ujarnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]