Bale Kab Bandung

Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan sebagai Implementasi Pembangunan SDM

Anggota MPR RI Fraksi PKS dr Adang Sudrajat saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI di Aula Gedung PKS, Kec Baleendah, Kab Bandung , Sabtu (23/11). by fpks

BALEENDAH, Balebandung.com – Anggota MPR RI dari Fraksi PKS dr Adang Sudrajat menyoroti pentingnya peran seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah pusat, propinsi, daerah hingga tingkat kecamatan sampai RT, untuk menguatkan informasi akan pentingnya kualitas pendidikan dan kesehatan.

“Pendidikan dan kesehatan ini amanahnya sangat mendasar dalam Undang-undang Dasar 1945,” tandas Adang di hadapan seluruh kader dan tokoh masyarakat jaringan PKS, saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI di di Aula Gedung PKS, Kec Baleendah, Kab Bandung , Sabtu (23/11/19).

Aturan masalah kesehatan yang termaktub pada UUD 1945, jelas Adang, ada pada UUD 1945 (hasil amandemen) telah mengatur beberapa hak asasi manusia di bidang kesehatan. Politisi PKS ini memaparkan, di dalam pasal 28H dinyatakan:
1. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
2. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
3. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

Kemudian di dalam pasal 34 dijelaskan tentang kewajiban negara, sebagai berikut:
1. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara
2. Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan
3. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Sedangkan aturan dasar yang mengatur akan pentingnya pendidikan, lanjut Adang, tertuang pada Pasal 31 UUD 1945 yaitu: (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dan anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Ia menandaskan peran serta seluruh pihak diperlukan untuk fokus membangun kualitas pendidikan dan kesehatan. Menurutnya pendidikan dan kesehatan ini merupakan sektor vital yang hingga saat ini pemerintah masih berusaha untuk membangun kualitasnya, bukan sekedar peningkatannya, namun juga pemerataannya.

“Luasannya wilayah Indonesia telah menjadi tantangan pemerintah dan seluruh warga, untuk memberikan standar pelayanan pendidikan dan kesehatan yang sama antara daerah perkotaan dan pedesaan, antara pulau jawa dan non pulau jawa, antara sekitaran ibu kota maupun yang jauh dari ibu kota negara atau propinsi. Selama ini kualitas pendidikan dan kesehatan masih terpusat pembangunannya pada pusat-pusat kekuasaan pemerintahan,” papar Adang.

Legislator Jawa Barat II ini menggambarkan, aturan-aturan turunan dari UUD 1945 berupa undang-undang maupun Peraturan Pemerintah yang mengatur masalah pendidikan dan kesehatan sudah ada. Namun penerapannya masih perlu banyak perbaikan karena banyak kendala teknis.

“Bahkan alokasi APBN negara kita sangat besar untuk porsi pendidikan yakni 20%. Namun untuk kesehatan, banyak aturan yang tidak pro rakyat seperti penerapan iuran BPJS yang untuk masyarakat tertentu menjadi beban berat akibat komulatif iuran satu keluarga,” ungkap Adang.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat melalui sarana sosialisasi MPR ini, untuk dapat berkontribusi pada peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang sekaligus merupakan implementasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara pada kehidupan bermasyarakat.

“Peran tokoh di daerah dalam bersosialisasi upaya preventif kesehatan seperti olah raga dan menjaga kebersihan sangat penting ada pada elemen masyarakat tingkat RT. Sedangkan upaya pendidikan mikro yang kerap ada di lingkungan atau di musholah-musholah tentang adab dan moral akan sangat membantu membangun karakter dasar manusia Indonesia,” pungkas Adang Sudrajat.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close