Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBale KBBTerancam Longsor, Permukiman Asabri Harus Direlokasi

Terancam Longsor, Permukiman Asabri Harus Direlokasi

Petugas BPBD KBB berdiri di depan reruntuhan rumah warga yang hancur akibat tertimbun longsor di Perumahan Griya Utara Asabri RT 04/02 Kampung Cinangsi, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, KBB, Kamis (2/4/15). Sedikitnya 12 rumah hancur tertimbun longsor. ist
Petugas BPBD KBB berdiri di depan reruntuhan rumah warga yang hancur akibat tertimbun longsor di Perumahan Griya Utara Asabri RT 04/02 Kampung Cinangsi, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, KBB, Kamis (2/4/15). Sedikitnya 12 rumah hancur tertimbun longsor. ist

NGAMPRAH – Kondisi tanah di kawasan Kompleks Asabri Griya Utari, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak layak untuk dijadikan permukiman. Hal itu berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi terhadap lokasi yang sempat mengalami longsor pada 2 April 2015.

Karenanya Pemkab Bandung Barat akan merelokasi seluruh rumah di perumahan tersebut ke tempat yang lebih aman. Sejauh ini proses relokasi sudah berjalan dan ada 14 rumah yang telah dilakukan relokasi ke tempat baru.

“Awalnya ada 14 rumah yang harus direlokasi, tapi berdasarkan rekomendasi terbaru dari Badan Geologi seluruh rumah di kawasan itu harus direlokasi,” kata Sekretaris Daerah Bandung Barat sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Maman S Sunjaya.

Untuk 14 rumah yang direlokais saat ini rumah-rumah tersebut sedang dalam tahap pembangunan di mana lokasinya berada di Desa Karangtanjung. Disinggung mengenai anggaran, sekda menyebutkan Pemkab Bandung Barat hanya berkewajiban untuk mencari lahan, sedangkan untuk biaya pembangunan rumah itu bantuan dari BNPB.

“Kami akan mencari lahan yang aman dan tidak jauh dari kawasan sebelumnya, semoga saja ada,” ucapnya. Maman menyebutkan kalau seluruh rumah di kawasan itu sudah direlokasi, maka lahan tersebut nantinya akan menjadi aset Pemkab Bandung Barat yang akan diperuntukan bagi ruang terbuka hijau.

Seperti diketahui longsor di Perumahan Asabri Griya Utari terjadi pada 2 April 2015. Dari 77 rumah yang ada di perumahan itu, sebanyak 25 rumah mengalami kerusakan ringan dan berat. Saat itu pun Badan Geologi hanya merekomendasikan agar 14 rumah dipindahkan karena masih rawan longsor susulan. (fik)

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI